PENDIDIKAN ANAK DIFABEL DI SURAKARTA 1950an-1970an
RIZKA INTAFANI, Nur Aini Setiawati, M.Hum
2013 | Skripsi | ILMU SEJARAHPendidikan bagi difabel diawali dengan adanya tempat rehabilitasi yang dipusatkan di Surakarta seperti Rehabilitasi Centrum Dr. Soeharso. Dengan adanya peran pemerintah dan masyarakat, didirikanlah yayasan-yayasan yang diperuntukkan bagi kaum difabel sehingga muncul permasalahan yang diangkat mengenai pendidikan yang diperuntukkan bagi difabel tahun 1950an dimana pada tahun tersebut merupakan tahun-tahun awal pelegalan hak-hak pendidikan anak-anak dan orang dewasa penyandang cacat oleh Amerika. Dengan menggunakan penulisan metode sejarah seperti pemilihan topik, pengumpulan sumber (heuristik), verifikasi sumber, interpretasi, dan penulisan; tulisan ini bertujuan memberikan informasi lebih bagi pembaca mengenai pendidikan yang dikhususkan bagi kaum difabel tahun 1950an terutama di Surakarta. Yayasan yang didirikan seperti Yayasan Pemelihara Anak Cacat (YPAC) dan yayasan lainnya didirikan untuk melayani difabel. Yayasan-yayasan tersebut memberikan pendidikan bagi anak-anak cacat usia sekolah agar dapat hidup lebih mandiri, dan mampu mencapai potensi penuh yang mereka miliki. Oleh karena itu pemerintah mulai meresmikan sekolah-sekolah yang dikhususkan bagi kaum difabel, atau biasa disebut Sekolah Luar Biasa (SLB).
Disability educations beginning with the rehabilitation places are concentrated in Surakarta like Dr. Soeharso Rehabilitation Centrum. The establishment of society foundations is given attention the lives of the disabled in Surakarta, appeared issues raised are intended for education about disabilities in the year 1950 where it was legalized early years education rights of children and adults with disabilities by American. By using the method of writing the history taken by unique idea, collecting resource, verification datum and interpretation, and writing method. This paper is expected to provide more information for the reader about the education which is aimed for disabled people in the 1950s, especially in Surakarta. The continued development of role of the government and society, was established foundations dedicated to people with disabilities such as Yayasan Pemelihara Anak Cacat (YPAC) and other foundations that are established to serve the disabled. Foundations also provide education for disabled children of school age to be able to live more independently, and able to reach their full potential. Therefore, the government began to inaugurate schools are reserved for disabled people, or commonly called Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kata Kunci : Pendidikan, Difabel, Yayasan, SLB dan Surakarta