PERILAKU IBU BALITA DAN LINGKUNGAN SEBAGAI FAKTOR RESIKO DIARE BALITA DI KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA
Maalyn Magdalen Pandean, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Data Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2007 mengenai diare Balita di Indonesia adalah sebesar 54 % dan diare tersebar di semua kelompok umur dengan prevalensi tertinggi terdeteksi pada Balita 17 %. Profil Dinas Kesehatan kabupaten Minahasa Utara tahun 2010 menyatakan bahwa, diare pada Balita di kecamatan Dimembe mencapai 19 % tertinggi di antara kecamatankecamatan yang ada di kabupaten Minahasa Utara, walaupun masih di bawah angka kasus diare Balita nasional. Tujuan : Untuk menganalisis perilaku ibu dan lingkungan sebagai faktor resiko diare pada Balita di kecamatan Dimembe kabupaten Minahasa Utara. Metode : Penelitian epidemiologi analitik dengan rancangan kasus-kontrol. Jumlah sampel sebesar 116 yang terdiri dari 58 kasus dan 58 kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2012. Hasil : Perilaku ibu sebagai faktor resiko diare pada Balita menurut hasil uji statistik diperoleh nilai X2 = 20.75; p = 0.00; OR = 6.50 sehingga dinyatakan bermakna (signifikan) sedangkan lingkungan sebagai faktor resiko diare pada Balita menurut hasil uji statistik diperoleh nilai X2 = 0.33; p = 0.56 dan OR = 1.24 sehingga dinyatakan tidak bermakna (tidak signifikan). Analisis regresi logistik perilaku ibu (p = 0.00; OR = 6.53; 95 % CI 2.79 < OR < 15.30) dan lingkungan (p = 0.929; OR = 0.96; 95 % CI 0.41 < OR < 2.23) (Log likelihood = -69.62; R2 = 0.1341). Kesimpulan : Perilaku ibu dinyatakan bermakna (signifikan) sebagai faktor resiko terjadinya diare pada Balita sedangkan lingkungan dinyatakan tidak bermakna (tidak signifikan) sebagai faktor resiko terjadinya diare pada Balita di kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Perilaku ibu mempunyai faktor resiko sebesar 6.5 kali dari pada lingkungan untuk terjadinya diare pada Balita di kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara.
Background: Data from Basic Health Research of Indonesia in 2007 on diarrhea in underfive showed that diarrhea number was 54 % and was distributed in all of age group with the highest prevalence was detected in underfive that was 17 %. Profile of Health Office of North Minahasa Regency in 2010 stated that diarrhea in underfive in Dimembe Subdistrict achieved 19 %, the highest amongst the subdistricts in North Minahasa Regency, though this still below the national diarrhea number in underfive. Objectives: To analyze the behavior of the woman whose have underfive and environment as risk factor of diarrhea in underfive in Dimembe Subdistrict, North Minahasa Regency. Methods: This was epidemiology analytic study by case control design. The sample size was 116, consist of 58 in case group and 58 in control group. The study had been performed in January to March 2012. Results: The behavior of woman whose have underfive as risk factor of diarrhea in underfive according to statistical test obtained result as follow: X2 = 20.75; p = 0.00; OR = 6.50, thus can be stated significant whereas the environment as risk factor of diarrhea in underfive according to statistical test, obtained result as follow: X2 = 0.33; p = 0.56 and OR = 1.24, thus can be stated not significant. Logistic regression analysis of woman behavior obtained result (p = 0.00; OR = 6.53; 95 % CI 2.79 < OR < 15.30) and environment (p = 0.929; OR = 0.96; 95 % CI 0.41 < OR < 2.23) (Log likelihood = - 69.62; R2 = 0.1341).
Kata Kunci : perilaku ibu, lingkungan, diare pada Balita