REKAYASA SOSIAL ENERGI TERBARUKAN: Studi Kasus Energi Listrik Hibrid di Pantai Baru, Bantul, Yogyakarta)
MUHAMMAD AMIRUDDIN, Dr. Partini, SU
2013 | Skripsi | SosiologiSebagai sebuah inovasi energi baru dan terbarukan, pembangunan listrik hibrid di Pantai Baru, Bantul, Yogyakarta, diharapkan mampu berpenetrasi secara luas bagi pengembangan industri wisata khususnya pada usaha wisata kuliner Pantai Baru. Energi listrik hibrid diharapkan pula dapat mendorong pada peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat sekitar khususnya warga Dusun Ngentak melalui pemanfaatan listrik dalam industri wisata kuliner Pantai Baru. Dalam usaha pengembangan wisata kuliner, warga yang terlibat dalam usaha kuliner (users) berusaha mengadopsi dan beradaptasi terhadap terknologi baru yang kemudian menciptakan proses domestikasi listrik hibrid dalam aktivitas wisata kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses domestikasi listrik hibrid dalam wisata kuliner serta kontribusi empirik bagi kehidupan sosial ekonomi users. Dalam proses penyusunan dan pelaksanaan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menguraikan proses sosial yang berlangsung melalui pengalaman subjektif (subjectif meaning) users dalam proses domestikasi listrik hibrid untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam wisata kuliner. Sementara, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam (in depth interview), dokumentasi lapangan, studi pustaka dan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses domestikasi listrik hibrid melahirkan dua arus perspektif dalam pemaknaan listrik hibrid, yaitu perspektif simbolik dan perspektif teknis. Listrik hibrid dirasakan mempunyai kekuatan simbolik untuk mentransformasikan identitas dan posisi sosial warga Dusun Ngentak yang sebelumnya mendapatkan stereotype sebagai tempat „kotor‟ akibat aktivitas prostitusi yang berlangsung di Pantai Pandansimo. Listrik hibrid juga dinilai berjasa karena mampu mendatangkan wisatawan ke Pantai Baru. Sehingga, geliat wisata dapat tumbuh pesat dan mampu mendorong pada peningkatan akses dan aset warga pengguna (users). Kendati demikian, perspektif teknis menilai kapasitas listrik hibrid diragukan oleh warga pengguna (users). Listrik hibrid dinilai tidak mampu lagi menopang kebutuhan listrik pada usaha wisata kuliner, sehingga mendorong munculnya gerakan „migrasi‟ ke PLN. Warga pengguna (users) dihadapkan pada dilema sosial akibat „ketidakberdayaan‟ listrik hibrid dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi kelangsungan usaha wisata kuliner yang semakin berkembang pesat. Penelitian ini menyimpulkan keberhasilan pengembangan listrik hibrid lebih kepada keberhasilan users dalam „menjinakkan‟ teknologi dengan memanfaatkannya sebagai sebuah simbol baru, bukan sebagai kebutuhan teknis. Users memiliki kekuatan sistem sosial yang ditunjukkan oleh kolektivitas mereka dalam mendomestikasi listrik hibrid sehingga mampu mengangkat derajat sosial dan ekonomi mereka.
-
Kata Kunci : Listrik hibrid, Domestikasi, Sosial dan Ekonomi