PARADOKS DIALOG LINTAS IMAN (PARADOX OF INTERFAITH DIALOGUE)
VICKY DIAN PRATAMASARI, Prof. Dr. Sunyoto Usman
2013 | Skripsi | SosiologiPenelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara komprehensif bentuk ruang dialog yang dibangun oleh Forum Persaudaraan Umat Beriman Yogyakarta (FPUB) dan mengkaji dampak serta konstruksi masyarakat Turgo terhadap ruang dialog tersebut. Penelitian ini diselenggarakan di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman. FPUB membangun jembatan suropanggah sebagai media dalam merealisasikan dialog lintas iman dalam bentuk dialog karya. Dalam proses penyusunan dan pelaksanaan, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus (case study) dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini ditujukan untuk mengamati konstruksi umat beragama terhadap model dialog karya di Turgo sebagai wilayah kerja khusus FPUB. Sementara, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (in depth interview), dokumentasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran FPUB dinilai mampu menetralisir ketegangan-ketegangan relasi antarumat beragama di Turgo dengan menanamkan rasa toleransi lintas iman bahwa “kita saudara†yang menuntut adanya rasa saling menghargai dan saling melindungi, tidak hanya sekedar bertetangga. Kendati demikian, himpitan spasial akibat Erupsi Merapi (1994) dan pola jaringan yang dikembangkan oleh FPUB menghadirkan variasi konstruksi terhadap ruang dialog agama tersebut. Respon dan adaptasi elit agama cenderung lebih variatif karena terdapat respon positif dan negatif. Sedangkan respon dan adaptasi massa agama cenderung sama. Variasi respon dan adaptasi elit maupun massa agama Islam, Kristen, dan Katolik menunjukkan bahwa terdapat beragam makna yang diberikan terhadap pengalaman mereka yang mempengaruhi perbedaan refleksi dalam bentuk tindakan. Pembangunan infrastruktur tersebut ternyata lebih memberikan kesan yang berarti dalam mewujudkan harmoni lintas iman dibandingkan model dialog dalam bentuk forum diskusi. Mencari persamaan dan perbedaan antarumat beragama dalam bingkai wacana intelektual tidak berwujud nyata bagi pencapaian visi perdamaian dalam dialog lintas iman. Implementasi dalam bentuk tindakan konkretlah yang mampu melintasi batas-batas formal dengan prinsip kemanusiaan sebagai titik pangkalnya yang seringkali tidak mampu dicapai dialog dalam bentuk forum diskusi.
The study aims to understand and describe comprehensively the form of dialogue which is built by the Forum of Yogyakarta Brotherhood of Believers (FPUB) and examine the impact along with Turgo’s society toward the dialogue forum. The research is conducted in Turgo a hamlet, Purwobinangun village, Pakem, Sleman, Yogyakarta. FPUB builds Suropanggah bridge as a media in realizing the interfaith dialogue in the form of “dialog karyaâ€. During the process of preparation and implementation, the research method used was a case study with a qualitative approach. The Case study used in this study aimed to observe the construction of the model of religious “dialog karya†in Turgo which is the specific work area of FPUB. Meanwhile, the techniques of data collection are done by observation, in-depth interviews, field documentation, and literature studies. The results of this study indicate that the presence of FPUB considered be able to neutralize the tensions between religious relations in Turgo by installing the interfaith tolerance that “we are a brother†who demands respect and protect each other, not only neighbors. Nevertheless, due to the crush of spatial Merapi Eruption (1994) and developed by the network pattern variations FPUB bring construction to a religious dialogue. Response and adaptation of religious elites tend to be more varied as there are positive and negative responses. While the response and adaptation of religion mass tend to be the same. Variations of response and adaptation of the elite and the masses of Islam, Christianity, and Catholicism show that there are various meanings given to their experiences that influence the difference reflection in the form of action. The infrastructure development gives more impressive meaning in creating the interfaith harmony compare to the dialogue in the form of forums discussion. Look for similarities and differences among religious believers in the frame of intellectual discourse are intangible for the vision attainment of peace in the interfaith dialogue. Implementation in the form of real action is the only way that afford to cross the formal boundaries with humanitarian principles as its starting point which is often not able to be achieved by dialogue in the form of forums discussion.
Kata Kunci : perbedaan agama, dialog karya, konstruksi sosial