Variations of English Pronunciation and Errors Made by the English Department Students Year 2012 Faculty of Cultural Sciences Universitas Gadjah Mada
SULISTYANINGRUM, Dra. Sharifah Hanidar, M.Ed.
2013 | Skripsi | SASTRA INGGRISPenelitian ini membahas tentang pengucapan kata dalam bahasa Inggris oleh mahasiswa Jurusan Sastra Inggris angkatan tahun 2012, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi dan kesalahan pengucapan kata bahasa Inggris yang memiliki diphthong [eɪ], [aɪ], [ɪә] dan [eә], serta untuk mengetahui faktor-faktor yang memungkinkan mempengaruhi kesalahan pengucapan kata tersebut. Penelitian ini melibatkan 25 mahasiswa Jurusan Sastra Inggris angkatan tahun 2012, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada yang diminta untuk membaca 40 kalimat berbahasa Inggris. Setiap kalimat terdapat satu pilihan kata yang memiliki satu diphthong. Penelitian ini juga melibatkan seorang ahli dari jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada untuk mengidentifikasi apakah pengucapan tersebut dapat diterima atau mengalami kesalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan pengucapan diphthong [eɪ] sebesar 28%, [aɪ] sebesar 6%, [ɪә] sebesar 24% dan [eә] sebesar 26%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam mengucap diphthong [eɪ], [aɪ], [ɪә] dan [eә].
This research focuses on English pronunciation made by English Department Students year 2012 Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada. It aims to investigate the variations of English pronunciation and errors related to 4 English diphthongs [eɪ], [aɪ], [ɪә] and [eә] and to find out the factors that contribute to the erroneous pronunciation. This research involved 25 English Department students class of 2012, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada who were asked to read 40 sentences. Every sentence contains selected word that has a diphthong. This research also involves an expert from the English Department, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada to identify whether the pronunciation is acceptable or erroneous. The result of this research shows that the level of error in pronouncing the diphthong [eɪ] is 28%, [aɪ] is 6%, [ɪә] is 24% and [eә] is 26%. In general, Indonesian learners did not have any difficulties in terms of pronunciation relating to 4 diphthongs [eɪ], [aɪ[ɪә] and [eә].
Kata Kunci : kesalahan pengucapan, diphthong [eɪ], [aɪ], [ɪә] dan [eә], mahasiswa indonesia