Laporkan Masalah

PENGARUH PENCABUTAN IMPAKSI MOLAR KETIGA RAHANG BAWAH TERHADAP TEMPOROMANDIBULAR OPENING INDEX (Studi kasus pada pasien pre-prosthodontic treatment)

RAHMA NINGSIH, Prof. Dr. drg. Haryo Mustiko Dipoyono, M.S., Sp.Pros.(K)

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Pencabutan gigi impaksi molar ketiga rahang bawah diyakini sebagai salah satu penyebab terjadinya gangguan sendi temporomandibula. Gejala yang tampak pada 1 minggu setelah pencabutan adalah rasa sakit dan terbatasnya gerak mandibula ketika membuka mulut. Adanya gangguan sendi berupa keterbatasan gerak mandibula dapat diketahui dengan menghitung nilai temporomandibular opening index. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pencabutan impaksi molar ketiga rahang bawah terhadap temporomandibular opening index. Penelitian ini melibatkan 15 orang pasien klinik Bedah Mulut RSGM Prof. Soedomo FKG UGM yang akan mencabutkan gigi impaksi molar ketiga rahang bawah. Lebar bukaan mulut aktif dan pasif seluruh pasien diukur sebelum pencabutan dan 1 minggu sesudah pencabutan. Lebar bukaan mulut tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam sebuah rumus untuk menentukan nilai temporomandibular opening index. Hasil paired t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0,05) pada nilai temporomandibular opening index sebelum pencabutan (2,25% ± 0,74%) dan 1 minggu sesudah pencabutan (13,49% ± 4,02%). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pencabutan impaksi molar ketiga rahang bawah menyebabkan peningkatan temporomandibular opening index akibat terjadinya gangguan sendi temporomandibula dengan gejala berupa lebar bukaan mulut aktif yang semakin berkurang.

Impacted mandibular third molar extraction is one of temporomandibular joints disorders causal factor. The symptoms such as pain and limitation of mouth opening in mandibular movements are showed 1 week after extraction. The limitation of mouth opening can be examined using temporomandibular opening index. The aim of this study was to determine the effect of impacted mandibular third molar extraction on the temporomandibular opening index. Fifteen patients from oral surgery clinic of RSGM Prof. Soedomo FKG UGM, who wanted to extract their impacted mandibular third molar were involved in this experiment. Active and passive mouth opening were measured before extraction and 1 week after extraction. Mouth openings then were calculated into the temporomandibular opening index’s formulation. Results of paired t-test showed statistically significant difference (p < 0.05) between temporomandibular opening index before extraction (2.25% ± 0.74%) and 1 week after extraction (13.49% ± 4.02%). As for the conclusion, the decreasing of active mouth opening as a symptom of temporomandibular disorders on impacted mandibular third molar extraction has increased the temporomandibular opening index.

Kata Kunci : temporomandibular opening index, gangguan sendi temporomandibula, lebar bukaan mulut, impaksi molar ketiga, rahang bawah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.