MANAJEMEN SUSU SAPI PERAH DI PETERNAKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH BALAI PENELITIAN BIBIT PAKAN TERNAK DAN DIAGNOSTIK KEHEWANAN, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
RIZKI FEBRIANTO, drh. Untoro, M. S
2013 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANTugas Akhir ini merupakan hasil dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Peternakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penelitian Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK) pada tanggal 5-9 Maret 2013. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk melengkapi syarat memperoleh gelar Ahli Madya Kesehatan Hewan. Hasil dari kegiatan ini diharapakan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diajarkan di bangku perkuliahan maupun di peternakan sapi perah lainnya yang nantinya dapat disosialisasikan kepada masyarakat umum dan peternak – peternak lain di wilayah Sleman dan sekitarnya. Manfaat kegiatan ini agar masyarakat mengerti akan pentingnya konsumsi susu segar dan otomatis meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menumbuhkan usaha sapi perah di negeri ini. Sekaligus, mengurangi ketergantungan terhadap susu sapi impor.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.Pada dasarnya manajemen di Peternakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penelitian Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK), sudah dikatakan baik, meski ada beberapa kekurangan. Aspek produktivitas dan aspek higiene tidak terkontrol dengan baik, uji kualitas susu tidak dilakukan. Semua hal ini bisa menyebabkan turunnya kualitas susu hasil perahan. Uji kualitas susu secara berkala juga harus diterapkan di Peternakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penelitian Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK), sehingga konsumen merasa amanketika mengonsumsi susu hasil perahan. Peternakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penelitian Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK). Pengawasan terhadap penyakit yang disebabkan oleh susu juga harus diperketat.
This sciencement is result of The Job Training in UPTD BPBPTDK at March 5-9 2013. The purpose of this paper is to complete the requirement of getting the title Diploma Science Veterinary. The result of this paper is the students could apply their studying in campus and cattle breeding to other people and glaziers around Sleman. Moreover to understand of important of drinking the fresh milk and increase people’s awareness for growing business of milk cow in this country. Outright the decrease of import milk consumption.The collecting data of this paper are observation method, interview, and compile documentation. The analysis data is giving the meaning into data and make the conlusion from that.Basically management of the cattle breeding in UPTD BPBPTDK is good, but the still have some mistakes. These mistakes are the aspect of productivity and hygienic. For example, in process milking, the milkier do it while smoking. They also never wash their uniform. They also do quality test infrequently. Over this entire situation can decrease the quality of milk in their cattle breeding. This paper suggests to milkier do not smoking when process milking.The quality test of milk be appplied in The Centre of Animal Husbandry UPTD BPBPTDK frequently. It can make consumers feel comfort and health when drinking milk of animal husbandry in UPTD BPBPTDK. The monitoring them into suspect of milk also must be increased.
Kata Kunci : Manajemen, susu sapi perah.