Laporkan Masalah

HISTOPATOLOGI FRAKTUR TULANG FEMUR TIKUS (Rattusnorvegicus) PASCA IMOBILISASI DENGAN METODE PIN INTRAMEDULER

SEFRILIA RAHAYU, Dr. drh. Dhirgo Adji, MP.

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perubahan histologi tulang pada fraktur yang di imobilisasi dengan pin intrameduler untuk melihat proses kesembuhan fraktur pada tulang femur. Penelitan menggunakan 16 ekor tikus putih ( Spragui dawley ) jantan yang berumur 3 bulan dengan rata-rata berat badan 247 gram, tikus-tikus tersebut dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok diberi perlakuan yang berbeda. Kelompok pertama merupakan kontrol (A), sedangkan tikus kedua diberi perlakuan dengan pemasangan pin pada daerah intrameduler tulang yang mengalami fraktur (B). Mulai dari 24 jam pasca operasi di ikuti minggu pertama, kedua dan ke empat dari masing-masing kelompok dietanasi dengan cara dekapitasi dan dilakukan pengambilan os femur dexter. Tulang difiksasi dalam formalin 10% untuk pembuatan preparat histologi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah fibroblas, osteoblas dan osteoid yang terbentuk pada tulang femur yang diimobilisasi dengan pin intramedular. Secara mikroskopik juga terlihat pembentukan kalus fibrokartilagonosa yang lebih padat pada minggu ke empat.

The purpose of this research was to study the histopatologic changes of bone fracture that immobilized with intramedular pin. Sixteen male white rats (Spragui Dawley) 3 months of old, 247 grams of body weigt were used as experimental animals, they were divided into two groups of 8, each group was given with different treatment. The first group was used as control group (A). The second group was treated with intramedular pin (B). Started in 24 hours after surgery then followed in week one, week two and week four, two rats were euthanized respectinely. Bones were then fixed in 10% formalin, for histology preparations. Based on all of result in were concluded that femoral bone fixed with intramedular pin has increased the number of the fibroblasts, osteoblasts and osteoid. Microscopically, callus fibrokartilagonosa formation also appeared more dense after four weeks.

Kata Kunci : fraktur pada tulang femur, pin intramedular, fibroblas, osteoblas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.