ANALISIS FASILITAS EKONOMI AKIBAT PEMEKARAN WILAYAH DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT
SELVIANTI YUSNITASARI, Drs. Risyanto, M.S dan Dr. Lutfhi Muta'ali, MT.
2013 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHKabupaten Tulang Bawang Barat merupakan kabupaten yang terbentuk karena pemekaran wilayah. Salah satu tujuan dari pemekaran wilayah adalah meningkatkan pelayanan publik di daerah otonom baru, termasuk fasilitas ekonomi. Fasilitas ekonomi yang dikaji adalah pasar, bank, koperasi, warung, dan warung makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan fasilitas ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang Barat setelah adanya pemekaran wilayah,mengidentifikasi daya layan fasilitas ekonomi yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat, menentukan titik lokasi fasilitas ekonomi yang tepat untuk memenuhi daya layan terhadap kebutuhan masyarakat. Jenis penelitian ini merupakan mixed method. Metode yang digunakan untuk kuantitatif adalah uji paired sample t test. Sedangkan untuk kualitatif digunakan teknik wawancara, dimana untuk pemerintah serta pedagang digunakan teknik indepth interview. Untuk konsumen digunakan metode aksidental pada tiga kecamatan sampel yaitu Tulang Bawang Tengah, Tumijajar serta Lambu Kibang. Dari Hasil penelitian, Pemerintah dalam mengembangkan fasilitas ekonomi, masih terfokus pada kemudahan prosedur perizinan, revitalisasi fasilitas yang kurang memadai, seperti pasar dan koperasi. Koperasi menjadi satu-satunya fasilitas yang terpengaruh oleh adanya pemekaran wilayah. Ini dapat terlihat dari nilai sig 2 tailed yang menunjukkan angka 0,43. Perkembangan yang terjadi lebih mengarah pada wilayah perkotaan dan rural urban. Hal yang sama juga terjadi pada a range of good dari masing-masing fasilitas, namun pada daya layan threshold, perkembangan lebih mengarah pada fasilitas yang berada di wilayah perdesaan. Dari persebaran jumlah fasilitas yang ada serta nilai daya layan, penentuan lokasi lebih diarahkan pada wilayah perdesaan. Hal ini bertujuan, untuk mengurangi ketimpangan yang terjadi antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Tulang Bawang Region is new district which be created by region development. The aim from region growing is to increase public service in new otonom area, include economic facilities. Economic facilities who be studied such market, bank, cooperation, stall, and food stall. The aim of this research are identify economic facilities region Tulang Bawang Barat after created growing, identify serviceability of economic facilities in Tulang Bawang Barat district, determine the right economic facility location to fill up serviceability for people needs. The research is mixed method. The method for quantitative is paired sample t test, while for qualitative method use interview technique, which for government and trader use key person technique. For consumer, are used accidental method in Tulang Bawang Tengah, Tumijajar, and Lambu Kimbang. From this research, The government in develop economic facilities are still focus on easiness of licensing procedure, facilities revitalization which still lacking, like market and cooperation. Cooperation was the only one facilities who be influence by region growing. It's can be explained from value of sig 2 tailed which show 0,43. The development lead to city more than rural urban. It's happen too in range of good in every facilities, but on threshold serviceability, the developing more lead on facilities in village region. From the existing of facilities population distribution and serviceability value, the location determination is more leaded on village region. It's aim to reduce disparity in city and village region.
Kata Kunci : pemekaran wilayah, fasilitas ekonomi, daya layan, perencaan lokasi