Laporkan Masalah

PELAKSANAAN PEMBUATAN VISUM ET REPERTUM HIDUP BERDASARKAN VARIASI KASUS TAHUN 2012 DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA

RURIANA WULANDARI, dr Wahyudi Istiyono., M.kes.

2013 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS

Latar belakang: Jenis surat keterangan medis untuk pengadilan adalah visum et repertum. Visum et repertum adalah keterangan yang dibuat oleh dokter forensik atas permintaan tertulis dari penyidik berdasarkan sumpah tentang apa yang dilihat dan ditemukan pada benda yang diperiksa berdasarkan pengetahuan yang sebaik baiknya untuk kepentingan pengadilan Pembuatan visum et repertum yang lama dapat mengakibatkan tertundanya persidangan, sehingga dibutuhkan pembuatan visum et repertum yang tepat waktu untuk kepentingan persidangan. Penyimpanan arsip visum et repertum yang baik dapat memudahkan dalam pencarian kembali jika sewaktu waktu diperlukan. Tujuan: Mengetahui pelaksanaan pembuatan Visum et Repertum hidup berdasarkan variasi kasus tahun 2012 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari dokter yang berwenang dalam pembuatan visum et repertum, petugas rekam medis, dan petugas khusu pembuat visum et repertum.. Penyajian data disajikan dalam bentuk uraian berupa teks-teks , sedangkan data hasil wawancara disajikan dalam bentuk kutipan . Hasil Penelitian : Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta pelaksanaan pembuatan visum et repertum belum sepenuhnya sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada. Banyak visum et repertum yang memerlukan perawatan rawat inap dan yang dibuat oleh dokter umum atau IGD dibuat lebih dari 7 hari. Variasi kasus yang banyak menyebabkan keterlambatan adalah kasus kecelakaan lalu lintas dan penganiayaan. Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tidak melaksanakan pembuatan visum et repertum sementara. Kendala kendala yang dialami dalam pelaksanaan pengeluaran visum et repertum dibedakan menjadi dua macam yaitu sumber daya manusia dan sarana prasarana. Sumber daya manusia meliputi ketidakterbacaan tulisan dokter, jadwal dokter yang tidak setiap hari ada, dan juga ketidakterisian berkas rekam medis. Untuk sarana dan prasaran berupa standar operasinal prosedur yang belum tersosialisasi secara optimal sehingga banyak dokter yang belum mengetahui lama standar pembuatan visum et repertum. Obyek Penelitian : pelaksanaan pengeluaran Visum et Repertum hidup berdasarkan variasi kasus tahun 2012 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

-

Kata Kunci : Pelaksanaan, Pengeluaran , Visum Et Repertum, Kasus, Variasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.