IDENTIFIKASI PENERAPAN SHP (Standard Hygiene Personil) PADA VESTIBULLE SPS (Short Packaging System) UNIT II DI PT. TIRTA INVESTAMA (AQUA DANONE) KLATEN, JAWA TENGAH
RIDHA RIZKI NOVANDA, Dr. Muhammad Affan Fajar Falah, STP,M.Agr
2014 | Tugas Akhir | D3 AGRO INDUSTRISHP merupakan tata cara melakukan hygiene bagi operator masuk ruang filler. Proses filling AQUA cup 240 ml membutuhkan hygiene yang tinggi karena tidak terdapat proses sterilisasi lagi, sehingga produk dapat aman lagsung dikonsumsi. SHP terdapat di dalam vestibulle (ruang isolasi sebelum filler) dan harus dijaga ketat. Oleh karena itu, dilakukan identifikasi ketidaksesuaian penerapan SHP, faktor-faktor penyebab penyimpanngan dalam ruang yang paling menyimpang, dan memberikan usulan perbaikan bagi vestibulle. Pengamatan dilakukan terhadap operator yang tidak sesuai terhadap SHP. Dimulai dengan melakukan pangamatan, mengelola data menggunakan distribusi normal, mengkategorikan berdasarkan skor, membuat diagram pie dan diagram pareto sesuai hasil pengumpulan data. Selanjutnya mengidentifikasi dan faktor penyebab menggunakan diagram ishikawa. Ketidaksesuaian kategori tinggi terjadi pada standar mandi dan keramas dan mengeringkan badan dengan handuk bersih. Kategori sedang ialah mencuci tangan dengan sabun dan keringkan, serta mensterilkan sepatu boot didalam larutan sterbac. Sedangkan kategori rendah yaitu menggati pakaian dan memakai pakaian lengkap dan masker steril. Adapun ruangan yang paling banyak ketidaksesuaiannya ialah ruang level 4. Ketidaksesuaian pada ruang level 4 disebabkan oleh faktor manusia, material, dan lingkungan. Usulan perbaikan vestibulle yaitu re-layout dan penambahan fasilitas vestibulle, re-coating lantai dan dinding, standar yang mendukung tata letak, dan penambahan cleaning service.
SHPis a management in performing hygiene for operator entering filler room. Fillingprocess of AQUA cup 240 ml requires higherhygienesince there is no sterilization anymore so that the product can be consumed safely. SHPlocates in vestibule(isolation room beforefiller) and must be well – guarded. Therefore, it is necessary to performed identification of SHP misfit, causing factors of deviation in the most deviation room, and giving positive opinion for vestibulle. The observation was conducted toward operator who did not suit with SHP. It started with observation, data management using normal distribution, categorizing based score, making pieand paretodiagram in accordance with data collecting result. At last, it identified causing factors using ishikawa diagram. Higher improper category happened on bath and shampoo standard as well as drying the body with clean towel. Moderate category was washing hands with the soap and drying process as well as sterilizing the boot into sterbac solution. Meanwhile, low category was changing the clothes and using complete uniform and sterile masker. Further, the most improper room was room of level 4. The improper of room of level 4 was caused by human, material, and environment factor. Hence, the positive suggestion for vestibulleis re-layoutand adding vestibulle, floor and wallre-coatingfacility, standard supporting the display and adding cleaning service.
Kata Kunci : SHP, Diagram Ishikawa, Ketidaksesuaian