HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENGELOLAAN FAKTOR RISIKO PADA PASIEN STROKE DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA
ANNISA RIZKIYAH, Heny Suseani P., S.Kp., M.Kes
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Stroke merupakan suatu penyakit yang paling banyak dan serius dijumpai dengan angka kematian dan kecacatan yang tinggi. Setiap orang mempunyai faktor risiko yang dapat dimodifikasi maupun yang tidak dapat dimodifikasi. Pengelolaan faktor risiko yang tepat merupakan langkah penting dalam hal pencegahan stroke berulang. Dalam pengelolaan faktor risiko pada pasien stroke dibutuhkan dukungan sosial yang merupakan dukungan yang berasal dari teman sebaya, anggota keluarga bahkan pemberi perawatan kesehatan yang dapat membantu individu ketika mempunyai masalah kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap pengelolaan faktor risiko pada pasien stroke di RSUD. Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Metode: Penelitian analitik korelatif dengan rancangan penelitian cross sectional dilakukan pada 20 pasien stroke yang melakukan pemeriksaan di Poli Saraf RSUD. Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Hasil: Pada 20 responden didapatkan hasil 16 responden (80%) memiliki dukungan sosial dengan kategori sedang. Pengelolaan faktor risiko stroke mempunyai prosentase yang sama, dimana responden yang mempunyai pengelolaan faktor risiko stroke yang baik dan pengelolaan faktor risiko stroke yang buruk masing-masing sebanyak 10 orang (50%). Pada 20 responden didapatkan hasil p=0,916 (p>0,05) sehingga dikatakan tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap pengelolaan faktor risiko pada pasien stroke. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap pengelolaan faktor risiko pada pasien stroke dengan p=0,916 (p>0,05).
Background: Stroke is a disease most commonly and seriously found with high rate of mortality and disability. Every body has risk factor that can or cannot be modified. Appropriate management of risk factor is an important step in the prevention of recurrent stroke. Management of risk factor in stroke patients requires social support which may come from peers, family members or even health care providers that can assist individuals with health problems. Objective: To identify association between social support and the management of risk factor in stroke patients at Panembahan Senopati Hospital Bantul Yogyakarta. Method: The study was analytic correlation with cross sectional design implemented in 20 stroke patients having examination at Neurology Polyclinic of Panembahan Senopati Hospital Bantul Yogyakarta. Result: Out of 20 respondents 16 (80%) had social support with moderate category. The management of risk factor in stroke patient had equal percentage whereby respondents with both good and poor management of stroke risk factor each consisted of 10 respondents (50%). In 20 respondents the result was p=0.916 (p>0.05); thus there was no correlation between social support and the management of risk factor in stroke patients. Conclusion: There was no correlation between social support and the management of risk factor in stroke patients whereby p=0.916 (p>0.05).
Kata Kunci : Dukungan sosial, pengelolaan faktor risiko, stroke