Laporkan Masalah

PERTUMBUHAN WILAYAH KABUPATEN KEBUMEN BERDASARKAN POLA PASAR TANAH

NOVI PRISTIANTI, Ir. Prijono Nugroho D., MSP., Ph.D.

2013 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Tanah merupakan sumber daya yang penting bagi manusia. Setiap makhluk hidup memerlukan tanah uantuk melakukan semua kegiatannya. Semakin banyak jumlah penduduk, maka permintaan akan tanah semakin tinggi. Permintaan yang tinggi dengan jumlah tanah yang tetap mengakibatkan harga tanah semakin tinggi. Kondisi seperti ini terjadi di wilayah Kota Kebumen dengan luas wilayah 1.281,11 km² dan penduduknya yang semakin bertambah. Hal ini dapat diidentifikasi menggunakan pola pasar tanah. Pola pasar tanah dapat merepresentasikan pertumbuhan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi arah pertumbuhan wilayah Kabupaten Kebumen berdasarkan pola pasar tanah yang terbentuk. Pola pasar digambarkan berdasarkan pada data transaksi jual beli tanah. Faktor internal yang digunakan untuk mengidentifikasi pola pasar tanah adalah : luas; ukuran; topografi; legalitas; dan zoning, sedangkan faktor eksternalnya adalah : aksesibilitas dan tersedianya jaringan infrastruktur. Pola pasar tanah disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan peta. Berdasarkan jumlah transaksi jual beli tanah, harga tanah, dan NJOP, pola pasar tanah yang terbentuk mengindikasikan arah pertumbuhan wilayah di Kabupaten Kebumen cenderung di kawasan strategis. Sedangkan berdasarkan luas tanah, pola pasar tanah yang terbentuk tidak dapat mengindikasikan arah pertumbuhan wilayah di Kabupaten Kebumen. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal memegang peran penting dalam menentukan arah pertumbuhan wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertumbuhan wilayah yang terjadi di Kabupaten Kebumen cenderung terjadi di daerah yang mendekati pusat kota.

Land is a important source for human life. Each living things need land to do their activities. The more raising citizens, the more request of land. the price of land is high because land area is absolut but it has highly requested. This condition happened in Kebumen Distict with 1.281,11 kilometer square area and its increasingly citizen. Land market pattern represent area growth. The aim of this research is to identify the kabupaten Kebumen developing direction based on shaped land market pattern. Market pattern is drawn in land sale date. Internal factors used to identify the patterns were width, size, topography, legal aspect, and zoning. On the other hands, the external factors were accessibility and infrastructure. Market pattern is visualized in tables, graphs, and maps. Based on the sum of land sale, land prices, and NJOP, land market pattern shaped shows the direction of the developing area in Kabupaten Kebumen. It leaned in the strategic area. Based on the land width, land market pattern shaped doesn’t show the direction of the developing area in Kabupaten Kebumen. It can be said that external factors have great influence to define the direction of the developing area. Products of this research were showed developed area in Kabupaten Kebumen leaning in the nearest city center area.

Kata Kunci : tanah, pertumbuhan wilayah, harga tanah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.