Laporkan Masalah

PREVALENSI KOKSIDIOSIS PADA PEDET DI KABUPATEN KARANGANYAR

ZULFIYAH DEVA ISTIYANI, Prof. Em. Setyawan Budiharta MPH. Ph.D

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Koksidiosis merupakan penyakit pada ternak yang disebabkan oleh koksidia. keberadaan koksidia tersebut sangat merugikan peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat prrevalensi dan faktor yang mempengaruhi infeksi koksidia pada pedet di Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitan yang lebih besar yaitu epidemiologi parasitologi pada pedet di Jawa Tengah dengan rumus untuk kajian lintas seksional, digunakan sampel feses dari 1171 ekor pedet. Untuk Kabupaten Karanganyar feses yang digunakan sebagai sampel diambil dari 140 pedet sapi potong dari empat kecamatan yang terdiri dari sepuluh desa, yang diperoleh dengan metode sampling tahapan ganda secara proposional. Sampel diambil langsung dari rektum menggunakan gloves kemudian diletakkan dalam plastik. Tiap sampel diberi label berupa kode kabupaten, kecamatan, nama desa, nomor urut peternak, dan nomor feses. Feses dibawa ke laboratorium untuk diperiksa terhadap adanya oosista koksidia dengan metode apung. Seekor pedet dinyatakan menderita koksidiosis apabila ditemukan oosista koksidia pada fesesnya. Variabel yang diteliti mencakup faktor peternak, ternak, manajemen peternakan, dan lingkungan. Semua variabel dideskripsikan dan dicari asosiasinya dengan koksidiosis menggunakan χ2 dan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi koksidiosis di Kabupaten Karanganyar adalah 38,70%. Faktor yang berasosiasi dengan koksidiosis adalah konsistensi feses yang cair. Aspek peternak, ternak dan manajemen pemeliharaan di Kabupaten Karanganyar relatif seragam. Pemerintah disarankan untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan ternak agar tercapainya swasembada daging tahun 2014.

Coccidiosis is a disease of farm animal caused by Coccidia. The presence of this disease causes economic losses to the farmers. The objectives of this study were to reveal the prevalence and factors associated with coccidiosis infection in calves in the district of Karanganyar. This study was a part of the larger cross-sectional study on the epidemiology of parasitic diseases in calves in Central Java using fecal samples of 1171 beef calves. In the district of Karanganyar, 140 beef calve sample used were selected from four subdistricts consisting of 10 villages randomly and proportionally. Each sample was identified with the district, subdistrict, and village codes, the number of farmer sample. Samples were taken to the laboratory to be examined of the presence of coccidia oocyst using floatation method. A calf was designated as suffering from coccidiosis if there was an oocyst in feces. Variables examined included those of the farmer, calves, breeding management, and environment. Every variable was described its association with coccidiosis was calculated using χ2 test and odds ratio for its strength. The results showed the prevalance of coccidiosis in the district of Karanganyar was found to be 38,70 %. The only variable that associated with coccidiosis is liquid fecal. It was concluded that the farming condition of farmers in the district was relatively homogenous. The goverment is suggested to give more intensive extension on farm animal health.

Kata Kunci : Eimeria sp, Koksidiosis, Karanganyar, Prevalensi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.