Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN BIOLOGI NYAMUK Aedes aegypti DI KOTA KUPANG

CONRAD LIAB HENDRICSON FOLAMAUK, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, MSc., PhD ; Yayuk Hartriyanti, SKM, M.Kes

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Latar belakang. Penyakit DBD adalah demam akut yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kondisi daerah pemukiman di perkotaan sangat mendukung kehidupan nyamuk Aedes aegypti. Lingkungan rumah merupakan habitat yang paling disukai, karena Aedes aegypti dapat berkembang biak pada berbagai kontainaer, mengisap darah dan beristirahat di dalam rumah. Kondisi lingkungan rumah yang gelap, lembab, dan tidak rapi menjadi tempat beristirahat yang baik. Keberadaan vegetasi di sekitar rumah dan jarak rumah yang berdekatan akan memudahkan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Perilaku menggigit, mortalitas nyamuk dewasa, dan perkembangan nyamuk Aedes aegypti sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Tujuan. Menganalisis hubungan antara kejadian demam berdarah dengue dengan faktor lingkungan fisik rumah dan biologi nyamuk Aedes aegypti. Metode. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Oebobo dan Kecamatan Kota Lama, dengan besar sampel 108 orang. Hasil penelitian. Ada hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan fisik dilihat dari suhu udara (χ2=5,662, p=0,017) dan ketinggian tempat (χ2=26,503, p=0,000), kondisi rumah yang ditinjau dari kebersihan tempat penampungan air (χ2=4,342, p=0,037) dan menggantung pakaian (χ2=5,880, p=0,015), jenis tempat perkembangbiakan nyamuk (χ28,394, p=0,028), biologi nyamuk yang ditinjau dari aktivitas menggigit nyamuk (χ2=32,464, p=0,000), perilaku beristirahat nyamuk (χ2=19,123, p=0,000), keberadaan jentik atau pupa nyamuk (χ2=14,472, p=0,001) dengan kejadian penyakit demam berdarah di Kota Kupang. Kesimpulan. Ada hubungan antara lingkungan fisik rumah (suhu udara, ketinggian tempat, kebersihan tempat penampungan air, menggantung pakaian, dan jenis tempat perkembangbiakan nyamuk) dan biologi nyamuk Aedes aegypti (aktivitas menggigit, perilaku beristirahat, dan keberadaan jentik atau pupa) dengan kejadian demam berdarah dengue.

Introduction. Dengue is an acute febrile disease caused by the dengue virus which is transmitted by Aedes aegypti. The life of Aedes aegypti is supported by conditions in urban residential areas. House environment is the most preferred habitat, because Aedes aegypti can breed at various containers, suck blood and rest in the house. The conditions of the house environment those are dark, damp, and not neatly can be a good resting place. The vegetation around the house and an adjacent house range will facilitate the spread of Aedes aegypti. Feeding behavior, mortality of adult mosquitoes, and larvae development depend on the enviroment condition. Purpose. To analyze the correlation between the incidence of dengue haemorrhagic fever and the physical environmental factors and biology of Aedes aegypti. Method. This study is an analytic survey with cross-sectional research design. The study was conducted at the District Oebobo and Kota Lama, with sample size is 108 people. Results. There is significant correlation between physical environments that seen from the air temperature (χ2 = 5.662, p = 0.017) and altitude (χ2 = 26.503, p = 0.000), the condition of the house in terms of hygienity of water containers (χ2 = 4.342, p = 0.037), and hanging clothes (χ2 = 5.880, p = 0.015), type of mosquito breeding sites (χ2 = 8,394, p = 0.028), which in terms of biological mosquito i.e. feeding behavior (χ2 = 32.464, p = 0.000), resting behavior (χ2 = 19.123, p = 0.000), presence of larvae or pupae (χ2 = 14.472, p = 0.001), and the incidence of dengue haemorrhagic fever in Kupang. Conclusion. There is a significant correlation between the physical environment (air temperature, altitude, hygienity of water containers, hanging clothes, and type of mosquito breeding sites) and the biology of Aedes aegypti (feeding and resting behavior, and the presence of larvae or pupae) with the incidence of dengue haemorrhagic fever.

Kata Kunci : Demam berdarah, lingkungan fisik rumah, biologi nyamuk.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.