STRATEGI ADAPTASI MAHASISWA YANG MEMPEROLEH BEASISWA BELAJAR DI JEPANG DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA (Studi Kasus Enam Mahasiswa Program Studi Bahasa Dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)
THIWUK JATININGTYAS, Drs. Eman Suherman, M. Hum
2013 | Skripsi | SASTRA JEPANGStrategi adaptasi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang UGM yang menerima beasiswa ke Jepang dalam menghadapi gegar budaya dijadikan sebagai kajian dalam skripsi ini. Penelitian ini difokuskan pada enam orang mahasiswa yang belajar di Jepang selama satu tahun dengan beasiswa pemerintah Jepang dari tahun 2010 sampai 2012. Terdapat tiga teori yang digunakan dalam skripsi ini. Pertama teori komunikasi antarbudaya untuk menjelaskan komunikasi yang terjadi antara mahasiswa Indonesia dengan masyarakat Jepang. Kedua adalah teori gegar budaya Kalvero Oberg, yang digunakan untuk menganalisa gegar budaya yang terjadi dalam komunikasi mahasiswa asing dengan masyarakat Jepang. Teori ketiga adalah teori adaptasi sebagai teori yang menjelaskan strategi adaptasi mahasiswa Indonesia dalam menghadapi gegar budaya yang dialaminya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gegar budaya kehidupan sehari-hari di Jepang terjadi dalam hal bahasa, perilaku, adat istiadat, keagamaan, teknologi, transportasi, stereotip, makanan, dan musim. Gegar budaya tidak hanya terjadi ketika di Jepang, tetapi juga terjadi ketika sudah kembali ke Indonesia. Strategi adaptasi yang digunakan oleh masing-masing mahasiswa Indonesia pun berbedabeda dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul akibat perbedaan budaya.
This paper, describe about adaptation strategy of UGM language and literature students who got scholarships to Japan. This research is focused on 6 students who studied in Japan for 1 year by Japanese government’s scholarships from 2010 until 2012. There are three theory that used in this paper. The first theory in this paper is intercultural communication theory to explain about communication between Indonesian students and Japanese society. The second theory is culture shocks theory from Kalvero Oberg is needed to analyze the existence of culture differences in communication which cause culture shocks. The last theory which is used in this research is adaptation theory. Which is used for explaining the adaptation strategy that Indonesian students do in facing shocks culture. The research method used in this research is qualitative. The result of the research shows that culture shocks which are experienced in daily life in Japan are related to the language, behavior, customes, religy, technology, transportation, stereotype, food and season. Culture shocks do not only happen when people are in Japan, but also they will get re-entry shocks when they have been in Java. The adaptation strategy in facing the obstacles that occur because of the different culture used by each Indonesian student is different.
Kata Kunci : mahasiswa, gegar budaya, adaptasi