Laporkan Masalah

PERKEMBANGAN LESI KULIT ANJING YANG DIINFEKSI Microsporum canis

HAFIZ UKHWANUR RIANDHITA, Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Studi mengenai gejala klinis dermatofitosis di Indonesia, khususnya perkembangan lesi yang muncul pada kulit anjing, belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan lesi klinis dermatofitosis akibat infeksi Microsporum canis pada anjing lokal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah biakan murni M. canis dan delapan ekor anjing lokal (Canis familiaris) sehat berumur 6-8 bulan. Anjing dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan yaitu kelompok I yang terdiri dari empat anjing dengan infeksi pada kulit dengan rambut dicukur di sublumbal kanan, dan kelompok II yang terdiri dari empat anjing dengan infeksi pada kulit dengan rambut dicukur di sublumbal kanan, sekaligus infeksi tanpa dicukur di sublumbal kiri. Perkembangan lesi diamati secara makroskopis sampai hari ke-14 pascainfeksi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan lesi pada kulit berupa eritema, krusta, dan sisik yang awalnya tidak ada pada semua anjing, muncul dan berkembang mulai hari ke-4 sampai hari ke-14 pascainfeksi. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa lesi eritema, krusta, dan sisik dapat dipakai sebagai diagnosis sementara dermatofitosis akibat M. canis pada anjing mulai hari ke-4 pascainfeksi. Perkembangan lesi pada kulit yang tidak dicukur lebih pesat dibandingkan perkembangan lesi pada kulit yang dicukur.

Studies on clinical signs of dermatophytosis in Indonesia, particularly the development of skin lesions on the dogs, are little known. This study aimed to determine the development of clinical lesions of dermatophytosis caused by Microsporum canis infection in local dogs. The material used in this study were pure cultures of M. canis and eight healthy local dogs (Canis familiaris) aged 6-8 months. There was two group of subject: group I consist of four dogs which infected at right sublumbal skin after hair already shaved, and group II consist of four dogs which infected at right sublumbal skin after hair already shaved and also at left sublumbal skin without shaved. Development of macroscopic lesions observed until day 14 post-infection and analyzed descriptively. The results showed lesions on the skin in the form of erythema, crusting, and scales initially does not appear in healthy dogs, but appeared on 4th day which then continues to develop until the 14th day post infection. Based on these results can be concluded that the lesions of dermatophytosis caused by M. canis in dogs in the form of erythema, crusting, and scales relatively can be temporary confirmed clinically from 4th day post-infection. The development of lesions on the skin without shaved has more rapid than development at shaved lesion.

Kata Kunci : gejala klinis, lesi, Microsporum canis, anjing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.