PENGARUH PENAMBAHAN ABU VULKANIK DAN KAPUR PADA TANAH EKSPANSIF TERHADAP PERILAKU SWELLING TANAH
GRACEA ELYDA SAFARET BR SEMBIR, Ir. Hotma Prawoto Sulistyadi,MT
2013 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPILTanah lunak di Indonesia diperkirakan meliputi 10% dari seluruh luas daratan. Tidak sedikit bangunan konstruksi seperti yang dibangun diatas tanah lunak tersebut dan tidak sedikit pula yang mengalami kerusakan seperti retak-retak, keruntuhan dan lain-lain, hal ini disebabkan karena sifat tanah lunak yang kembang-susut dengan mudah. Sampai saat ini stabilisasi tanah selalu diupayakan untuk perbaikan jenis tanah ini. Dalam penelitian ini mencoba memanfaatkan abu vulkanik (vulcano ash) yang dikombinasikan dengan kapur sebagai bahan stabilisasi mengatasi masalah tersebut dengan harapan dapat memperbaiki sifat teknis tanah khususnya untuk mengurangi tingkat pengembangan (swelling) pada tanah. Penelitian dilakukan dengan mencampur tanah asli dengan bahan stabilisasi (abu vulkanik dan kapur). Penelitian dibagi menjadi 2 yaitu pengujian awal sifat fisik tanah dan pengujian utama yaitu swelling tanah dengan alat oedometer. Khusus untuk pengujian swelling dengan alat oedometer sampel tanahnya adalah ð›¾ð›¾b = 1.6 dan ð›¾ð›¾b = 1.7. Sampel tanah asli dicampur dengan variasi abu vulkanik yang berbeda-beda yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% dengan penambahan kapur tetap yaitu 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu vulkanik dan kapur dapat memperbaiki sifat kembang susut tanah. Hal ini dibuktikan dengan batas cair (LL) mengalami penurunan sebesar 25.3% , batas susut (PL) mengalami penurunan 12.8 % , indeks plastis (IP) mengalami penurunan 13.74 %, batas susut (SL) mengalami penurunan 5.8 %. Tanah dengan ð›¾ð›¾b = 1.65 jika dibandingkan dengan tanah asli terjadi penurunan sebesar 6.01% dan untuk tanah dengan ð›¾ð›¾b = 1.7 terjadi penurunan 13.79 %. Menurut hasil uji kandungan AAS, logam berat yang terkandung dalam campuran abu vulkanik (30%) , kapur (5%) dan tanah (65%) adalah Cu = 0.0046, Fe = 4.6, Pb = 0.0038, Mn = 0.180 dan Zn = 0.097. berdasarkan Peraturan Pemerintah No.90 golongan B, logam berat yang terkandung didalam sampel ini memenuhi syarat sebagai tempat pembangunan.
The expansive soils in Indonesia is estimated to cover 10% of the total land area. Not a bit of building construction as it was built on the expansive soils and not a few others who suffered damage such as cracks, collapse and others, it happen because a cycle of shrinkage and swelling that places repetitive stress on structures. Until now the soil stabilization is always strived to repair this type of soil.This research try to used vulcano ash that combined with lime as a soils stabilizing to resolve the issue with a view to improve the technic properties of soil in particular to reduce the level of swelling in the soil. The research was conducted by mixing native soil with stabilizing material (volcano ash and lime). The research is divided into 2 preliminary testing of soil physical properties and the main testing is swelling of the soil with oedometer. Specifically for testing swelling soil with oedometer sample are γb = 1.6 and γb = 1.7. Native soil sample mixed with vulcano ash with a different variety 5%, 10%, 15%, 20%, 25% and 30% with the addition of lime fixed at 5%. The result showed that vulcano ash and lime can be improve the nature of shrinkage and swelling of the soil. This is evidenced by the liquid limit (LL) decreased by 25.3%, shrinkage limit (PL) decreased 12.8%, plasticity index (IP) decreased 13.74%, shrinkage limit (SL) decreased 5.8%. Soil with γb = 1.65, if we compared with a native soil, the swelling preasure is 6.01% and Soil with γb = 1.7, the swelling preasure is13.71 %. According to the test results AAS content, heavy metals that contained in the vulcano ash (30%), lime (5%) and soil (65%) were Cu = 0.0046, Fe = 4.6, Pb = 0.0038, Mn and Zn = 0.180 = 0.097 . According to the Government Regulation No.90 of class B, heavy metals contained in the sample is qualified as a construction site.
Kata Kunci : Tanah Ekpansif, Pengembangan, Tekanan Pengembangan