HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN DASAR ANAK PRASEKOLAH DI PUSKESMAS SEWON 2 BANTUL YOGYAKARTA
PUTRI DARARI ARDRIATI, Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sudah menjadi milik masyarakat serta menyatu dalam kehidupan dan budaya masyarakat. Untuk mencapai keberhasilan kegiatan posyandu diperlukan kader kesehatan yang dapat melakukan tugas dengan baik dan memiliki kinerja yang baik pula. Terungkap bahwa di Indonesia saat ini hanya 50% saja posyandu yang diperkirakan masih aktif dengan tingkat partisipasi 40- 60% , hal ini mengindikasikan bahwa kian lama kegiatan posyandu kian meredup dan kualitasnya mengalami penurunan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi dengan keterampilan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini perkembangan dasar anak pra sekolah Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Responden berjumlah 41 kader posyandu wilayah Puskesmas Sewon 2, Bantul, Yogyakarta. Data diambil dengan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Spearman Product Moment. Hasil Penelitian: Pengetahuan kader paling banyak pada kategori tinggi, sedangkan untuk motivasi dan keterampilan pada kategori sedang. Hasil perhitungan hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan didapatkan p: 0.116 sehingga diketahui bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan. Untuk hubungan motivasi dan keterampilan didapatkan hasil p: 0.514, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara motivasi dengan keterampilan kader. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan kader termasuk pada kategori tinggi, sedangkan motivasi dan keterampilan pada kategori sedang. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan kader maupun motivasi dengan keterampilan kader.
Background: Public health center is a form of a society-based health preserving efforts of the Indonesian society that has belonged to themselves and been unified in their life and cultures. To achieve success in all its activities cadres needs medical forces that are able to work well and excelling at their expertise. Statistic shows that only 50% of all public health center are still in active service with each having only 40-50% participation. This indicates that public health center service and its quality has been declining overtime. Objective: To discover the relationship of knowledge and motivation with the skills of public health center cadres in conducting early detection towards the basic development of preschool children. Method of Research: This research was a correlational research with quantitative approach and cross-sectional design. There were 41 respondents who work as cadre in the Puskesmas Sewon 2, Bantul. The data were collected through questionnaires and observation sheets. Those data were then analyzed using Spearman Product Moment. Result of Research: The knowledge of the cadres was mostly rated as high category, while motivation and skills were rated as moderate category. The calculation of the relationship between knowledge and skills produced result was p: 0.116, so it can be concluded that there was no correlation between knowledge and skills. For the relationship between motivation and skills the produced result was p: 0.514, so it can be concluded that there was no correlation between motivation and skills of the health cadres. Conclusion: The knowledge of the cadres is categorized as high, while their motivation and skills are moderate. There is no correlation between knowledge and skills of the health cadres nor between motivation and skills of the health cadres.
Kata Kunci : pengetahuan, motivasi, keterampilan, deteksi dini, anak