Pengaruh Terapi Musik Kelompok Terhadap Perilaku Kegelisahan Lansia dengan Demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budhi Luhur Kasongan, Bantul
OLIVIA AYU SHINTA DEWI, Sri Warsini,S.Kep.,Ns.,M.Kes.
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANmental seperti insomnia, stres, depresi, anxietas, demensia, dan delirium. Lansia dengan demensia dapat menunjukkan masalah seperti emosi negatif dan perilaku gelisah. Salah satu terapi yang efektif untuk mengurangi perilaku gelisah pada lansia dengan demensia adalah terapi musik. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik kelompok terhadap perilaku kegelisahan lansia dengan demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul. Metode: penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan pre-test posttest one group design. Penelitian ini dilaksanakan di PSTW Yogyakarta Unit Budhi Luhur Bantul. Instrumen yang digunakan Mini Mental State Examination (MMSE), Cohen Mansifield Agitation Inventory (CMAI). Analisa data menggunakan uji Paired t test, Wilcoxon, Chi-Square. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 15 orang lansia. Hasil: Tingkat kegelisahan mayoritas lansia sebelum dan sesudah terapi musik kelompok mayoritas dalam kategori agitasi (66,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna pada rata-rata skor kegelisahan lansia sebelum dan sesudah terapi musik kelompok (p>0,05). Akan tetapi terapi musik kelompok berpengaruh terhadap perilaku verbal lansia yang merupakan salah satu elemen dari agitasi (p<0,05).
Background : The effect of aging causes various disorders such a insomnia, stress, depressions, anxiety, dementia and delirium. The elderly with dementia may have problems of negative emotion and agitated behavior. Music therapy is one of effective therapies that can be used to minimize agitated behavior in the elderly with dementia. Objective : This study aimed to identify effect group music therapy to agitated behavior in elderly with dementia at Tresna Werdha Social Institution of Yogyakarta Budhi Luhur Unit Kasongan Bantul. Method: The study was a Quasi experiment with pre-test posttest one group design carried out at Tresna Werdha Social Institution of Yogyakarta Budhi Luhur Unit Kasongan Bnatul. Research instrument were Mini Mental State Examination (MMSE), Cohen Mansifield Agitation Inventory (CMAI). Data analysis Paired test, Wilcoxon, Chi-Square. Samples were purposively taken, comprising as many as 15 elderly. Result: Degree of agitated behavior of elderly before and after intervention of group music therapy mainly belonged to agitated category (66,7%). The result of study showed that there was no significant difference in average score of agitated behavior of the elderly before and after group music therapy (p>0,05). However, group music affected verbal behavior which was an element of agitation in elderly (p<0,05). Conclusion: There was no effects of group music therapy to agitated behavior of the elderly with dementia at at Tresna Werdha Social Institution of Yogyakarta Budhi Luhur Unit Kasongan Bantul.
Kata Kunci : Tidak ada pengaruh terapi musik kelompok terhadap perilaku kegelisahan lansia dengan demensia di PSTW Yogyakarta Unit Budhi Luhur Bantul. Kata kunci: Lansia, Terapi musik kelompok, Agitasi