Laporkan Masalah

GAMBARAN MAKROSKOPIK ANATOMI OTAK KALONG KAPAUK (Pteropus vampyrus)

SYAHIDA EVILIANA ZULAIKHA, Dr. drh. Tri Wahyu Pangestiningsih, MP

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah kalong kapauk (Pteropus vampyrus), yang termasuk dalam kelompok mamalia terbang dengan populasi cukup di alam (CITES, Appendix II). Bagaimana gambaran makroskopik anatomi otak kalong kapauk (Pteropus vampyrus) sebagai mamalia yang mampu terbang dan posisi bergelantungan pada saat tidur dan makan belum pernah diteliti, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anatomi kalong kapauk secara makroskopis, dengan harapan agar dapat melengkapi data anatomis tentang satwa liar Indonesia. Lima ekor kalong kapauk diambil dari daerah Jawa Tengah dipergunakan dalam penelitian ini. Sebelum hewan dibedah dan diambil otaknya, terlebih dahulu dianastesi menggunakan ketamine dosis 20 mg/kg bb dan xylazin dosis 2 mg/kg bb. Dalam kondisi deep anaesthetized, dilakukan perfusi larutan NaCl fisiologis secara intrakardial. Setelah darah keluar dari tubuh, larutan perfusi diganti dengan formalin buffer 10% sampai tubuh hewan terfiksir sempurna, kemudian otak dipreparir dan diamati anatominya secara makroskopis, difoto, selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif dengan pembuatan sketsa otak menggunakan software Corel Draw X6. Hasil penelitian menunjukan bahwa hemisferium serebri tidak menunjukan gambaran sulkus dan girus yang terlalu jelas. Serebellum memiliki lobus paraflokulus yang berkembang namun hanya memiliki sepasang lobus paraflokulus. Batang otak dan nervus kranialis mirip dengan mamalia lain. Kemungkinan berkembang baiknya lobus paraflokulus serebellum yang menyebabkan baiknya keseimbangan kalong kapauk sehingga pada posisi bergelentungan dapat tidur dan makan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah sulkus dan girus di hemisperium serebri kurang berkembang, namun pada lobus paraflokulus berkembang baik.

Indonesia is a country with high biodiversity, one of them is Pteropus vampyrus, also known as kalong kapauk. Kalong kapauk is a wild animal that is categorized as flying mammals with sufficient population in the wild (CITES, Appendix II). Macroscopical description of the kalong kapauk brain (Pteropus vampyrus) as a mammal which has flying capability and hang upside down while sleep and eat has not been studied yet, therefore it is necessary to be studied. The purpose of this study is know the anatomy of kalong kapauk macroscopically, to complete the anatomy data of wild animals in Indonesia. Five kalong kapauk taken from Central Java area used in this study. Before the kalong kapauk dissected and the brain taken, it was anaesthetized with ketamine 20 mg/kg bodyweight and xylazine 2 mg/kg bodyweight. In the state of deep anaesthetized, the kalong kapauk was perfused physiological NaCl solution intracardially. After the blood drained out from the body, the solution were replaced with formalin buffer 10% until the body fixed well. The brain prepared and observed macroscopically, the pictures of brain, and then analyzed descriptively and the brain sketch was made using Corel Draw X6 software. The results of this study showed that cerebral hemisphere didn’t have sulcus and gyrus clearly. There was only one well developed paraflocculus lobe on the cerebellum. Brain stem and cranial nerves were similar with other mammals. It is possible that the well developed paraflocculus lobe on the cerebellum support the balancing capability of kalong kapauk so the bat was able to sleep and eat in the upside down position. The conclusion of this study the sulcus and gyrus of cerebral hemisphere are not fully developed but paraflocculus lobes are well developed.

Kata Kunci : Pteropus vampyrus, makroskopik, otak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.