PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA PADA STASIUN PENGEMASAN DI UNIT PENGOLAHAN SEKUNDER PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) PABRIK KOPI BANARAN
FRIDA SHOFIA RAHMAN, Ir. Guntarti Tatik Mulyati, M.T
2013 | Tugas Akhir | D3 AGRO INDUSTRIJumlah tenaga kerja yang sesuai akan menentukan kelancaran proses produksi pada unit pengolahan sekunder PT. Perkebunan Nusantara IX Pabrik Kopi Banaran khususnya pada stasiun kerja pengemasan. Adanya penentuan jumlah tenaga kerja tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja berdasarkan beban kerja yang dihasilkan untuk mengemas salah satu produk yang dihasilkan yakni Banaran Coffe kemasan 250 gram. Produktivitas kinerja pekerja merupakan suatu hal yang harus diperhatikan karena akan mempengaruhi output atau kapasitas produk yang dihasilkan tiap harinya. Untuk itu, diperlukan suatu cara agar output yang dihasilkan dapat maksimal yaitu dengan mengetahui efektivitas sistem atau cara kerja yang dilakukan pekerja dalam stasiun kerja pengemasan yang diamati, salah satunya adalah dengan melakukan pengukuran terhadap SDM pekerja menggunakan metode studi waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi waktu dengan mencari waktu normal dan waktu baku. Selanjutnya masing-masing waktu baku setiap elemen kerja tersebut digunakan untuk menentukan jumlah tenaga kerja pada stasiun kerja pengemasan. Hasil penentuan jumlah tenaga kerja digunakan untuk menganalisa perbandingan beban kerja setiap elemen kerja dari stasiun pengemasan. Pengukuran waktu ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan stopwatch sebagai alat dan repetitive timing sebagai metode pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh jumlah tenaga kerja aktual saat ini yang terdapat pada unit sekunder pabrik kopi Banaran telah mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan di tujuh elemen kerja yang ada dalam mengemas produk Banaran Coffe kemasan 250 gram selama 6 bulan kedepan.
Appropriate amount of labor will determine the smoothness of the production process at the secondary processing unit PT. Perkebunan Nusantara IX (wholsale) Banaran Coffe particularly on packaging work station. Any determination of the number of workers is expected to increase productivity of labor based on workload generated to resemble one of the products produced Banaran Coffe 250 gram packs. Productivity performance of workers is a matter that must be considered because it will affect the output or capacity of the products produced each day. For that, need a way to get the maximum output that can be produced is to examine the effectiveness of a system or way of working of an employee in the packaging work stations were observed, one of which is to take measurements of the resource workers using time study. The method used in this study using the time to study for the normal time and standard time. Furthermore, each standard time each work element is used to determine the amount of labor in the packing work station. Results of the determination of the amount of labor used to analyze the workload of each element comparison of work packing stations. This time measurement is done directly by using a stopwatch as a tool and as a method of repetitive timing observations. The results obtained show that the actual number of workers who are currently on the secondary unit Banaran coffee plant has enough to complete the work on the seven elements of the existing work in packaging products packaging Banaran Coffe 250 grams for 6 months ahead.
Kata Kunci : Waktu Baku, Penentuan Jumlah Tenaga Kerja, Beban Kerja