PREVALENSI STRONGYLOSIS DAN PARASCARIASIS PADA KUDA WISATA DI PARANGTRITIS DAN TAWANGMANGU SERTA KUDA ANDONG DI MALIOBORO
IKA DARMAWANTI, drh. Dwi Priyowidodo, MP
2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi strongylosis dan parascariasis pada kuda di ketiga tempat yaitu Parangtritis, Malioboro, dan Tawangmangu serta untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Sebanyak 134 sampel feses digunakan dalam penelitian ini. Identifikasi telur cacing dalam feses menggunakan metode natif dan sentrifuse, sedangkan pengolahan datanya menggunakan metode Chi-square yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prevalensi di ketiga tempat tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis secara statistik didapatkan hasil bahwa kejadian strongylosis tertinggi terjadi di Tawangmangu dengan tingkat prevalensi sebanyak 73,5% dan kejadian parascariasis tertinggi terjadi di Parangtritis dengan tingkat prevalensi 8%. Analisis data dengan Chi-squre menunjukkan hasil adanya perbedaan prevalensi pada kejadian strongylosis, sedangkan untuk parascariasis tidak ada perbedaan yang signifikan di ketiga tempat tersebut . Dalam upaya untuk mengurangi kejadian helmintiasis pada kuda, perlu diberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait manajemen kuda yang benar.
The purpose of this research is to know the prevalence of strongylosis and parascariasis in third place, Parangtritis, Tawangmangu, and Malioboro horses and the causes factor. A total of 134 faecal samples were used in this research. Identification of eggs in faecal sample used natif and centrifuge method, whereas processing data used Chi square method that aims to determine whether there is prevalence differences among the three places. Based on identification result and statistical analysis showed the highest prevalence of strongylosis occurred in Tawangmangu with prevalence degree 73,5 % and the highest parascariasis occurred in Parangtritis with prevalence degree 8%. Analysis of data with Chi-square indicated of differences prevalence of strongylosis and no significant differences of paraascariasis. In an effort to reduce the incidence of horse helmintiasis, should be given socialization to society about proper horse management.
Kata Kunci : Kuda, Prevalensi, Strongylosis, Parascariasis