PREVALENSI KEJADIAN KAWIN BERULANG PADA SAPI PERAH DI KABUPATEN BANTUL
DINDA SABILI MARDHOTILLAH, drh. Surya Agus Prihatno, M.P.
2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANSapi yang mengalami kawin berulang adalah sapi betina yang memiliki siklus estrus yang normal, tetapi setelah dikawinkan tiga kali atau lebih dengan pejantan yang subur atau diinseminasi buatan dengan sperma yang bermutu baik tidak menjadi bunting. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar prevalensi kejadian kawin berulang pada sapi perah di Kabupaten Bantul, sehingga harapan kedepan dapat menjadi pedoman bagi seluruh peternak sapi perah dalam rangka meningkatkan produktivitas peternakan. Jumlah sapi yang diteliti adalah 66 ekor sapi perah dari 11 peternak sapi perah yang ada di Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei langsung ke lokasi peternakan. Survei dilakukan dengan penyampaian kuisioner dan tanya jawab kepada peternak dan dokter hewan lapangan dan observasi langsung terhadap kondisi kandang dan ternak. Hasil penelitian diolah menggunakan Statistic for Windows, kemudian dianalisis dengan distribusi frekuensi dan statistik deskriptif. Hasilnya menunjukan prevalensi kejadian kawin berulang pada sapi perah di Kabupaten Bantul pada tingkat peternak sebesar 81,8% (9/11), sedangkan prevalensi kejadian kawin berulang pada sapi perah pada tingkat ternak sebesar 24,4% (16/66).
Cow which expressed repeat breeding was a female with normal oestrus cycle that had fertilize using fertile bull or artificial inseminated with good quality sperm had not pregnant. This research was conducted to find out the prevalence of repeat breeding in dairy cows on Bantul and the result would be a guideline for all dairy farmers in order to increase the productivity of livestock. The number of cattle were 66 dairy cows from 11 dairy farmers which in Bantul. The method that used in this study was a survey directly to the location of the farm. The survey was done by questionnaire and discussing to farmers and local veterinarians and direct observation about condition of the condition of the barn and cattle. The results were processed by Statistics for Windows and analyzed by frequency distributions and descriptive statistics. The results showed the prevalence of repeat breeding in dairy cows at Bantul on the farmer level was 81.8% (9/11), while the prevalence of repeat breeding in dairy cows on the cattle level was 24.4% (16/66).
Kata Kunci : sapi perah, kawin berulang, prevalensi, peternak