Laporkan Masalah

PENGARUH TRANSPORTASI PERIODE EMPAT JAM TERHADAP GAMBARAN DARAH RUTIN SAPI PERANAKAN ONGOLE

ANANDA TIARASANI, Dr. drh. Pudji Astuti, M.P.

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Transportasi ternak terutama sapi, menjadi perhatian utama karena efek stres yang dapat mempengaruhi kesehatan hewan dan kualitas daging yang secara tidak langsung berhubungan dengan ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh transportasi selama empat jam terhadap gambaran darah rutin sapi Peranakan Ongole. Hewan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima ekor sapi Peranakan Ongole betina dewasa. Tahap pertama, darah sapi diambil pada vena jugularis sebelum transportasi. Selanjutnya sapi ditransportasikan selama empat jam dalam satu truk bak terbuka berukuran panjang 4,3 meter dan lebar 2 meter dengan rute Saradan, Baturetno, Wonogiri sampai Cangkringan, Sleman. Pengangkutan dilakukan pada malam hari dan kondisi hujan dengan kecepatan rata-rata kendaraan 40-50 km/jam. Selama transportasi, sapi tetap diberi makan berupa king grass tanpa pemberian minum. Sapi kembali diambil darahnya ketika sampai di Cangkringan, Sleman. Semua sampel darah dikirim untuk pemeriksaan darah rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transportasi menyebabkan perubahan signifikan pada jumlah eosinofil dan TPP (P<0,05). Sementara perubahan pada jumlah leukosit, neutrofil, limfosit, monosit, hemoglobin dan PCV secara statistik tidak signifikan (P>0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa transportasi selama empat jam menyebabkan penurunan eosinofil dan TPP.

The transportation of livestock especially cattle, has become a major interest because of stress that affects health and meat quality which indirectly also related with the economy. The aim of this study is to observe the effects of four hours transportation on hematological profile of Ongole Crossbred cattle. Five cows Ongole Crossbred used as the object in this study. In the first step, the cow’s blood was withdrawn from jugular vein before transportion. Then, it was transported for four hours using open trailer truck, 4.3 meters length and 2 meters width, from Saradan, Baturetno, Wonogiri to Cangkringan, Sleman. The cows were carried out at rainy night with average speed of vehicle 40-50 km/hour. During transportation, all of cows were given king grass without water consumption. The blood sampling was repeated after the animals arrived at Cangkringan, Sleman. All the blood samples were send for routine blood examination The result showed that transportation caused significantly difference in numbers of eosinophil and TPP (P<0.05). Meanwhile there were no significant difference statistically in numbers of leukocyte, neutrophil, lymphocyte, monocyte, hemoglobin and PCV (P>0.05). It was concluded that four hours transportation cause decreasing of eosinophil and TPP.

Kata Kunci : darah, sapi Peranakan Ongole, transportasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.