POTENSI DAN PENGEMBANGAN TEMBI RUMAH BUDAYA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN BANTUL
SILVIA HANIFAH, Fahmi Prihantoro,S.S, S,H, M.A ; Yulita Kusumasari, S.T., M.Sc.
2013 | Skripsi | PARIWISATAPenelitian ini membahas tentang seluruh potensi dan daya tarik wisata yang terdapat di Tembi Rumah Budaya, serta rekomendasi pengembangan agar Tembi Rumah Budaya tetap eksist menjadi daerah tujuan wisata yang menarik dan diminati oleh wisatawan.Penelitian ini didasari atas masih jarangnya objek dan daya tarik wisata berbasis budaya di kabupaten Bantul, sehingga Tembi Rumah Budaya muncul dengan menampilkan eksistensinya sebagai satu-satunya objek dan daya tarik wisata berbasis budaya di Kabupaten Bantul. Potensi dan daya tarik wisata di Tembi Rumah Budaya dibagi menjadi potensi dan daya tarik fisik dan potensi dan daya tarik non fisik.Potensi dan daya tarik fisik lebih ditekankan pada bangunan tradisional Jawa serta beranekaragam koleksi benda sejarah yang merupakan warisan leluhur. Potensi dan daya tarik non fisik lebih ditekankan pada kegiatan atau atraksi wisata yang ada di Tembi Rumah Budaya.Atraksi wisata tersebut dapat dibedakan menjadi atraksi wisata alam dan atraksi wisata budaya.Atraksi wisata ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta kasih atau kepedulian terhadap lingkungan alam dan budaya. Di dalam penelitian ini dibahas tentang rekomendasi program pengembangan yang bisa dilakukan oleh pengelola Tembi Rumah Budaya guna lebih meningkatkan atau mengembangkan potensi dan daya tarik wisatanya. Program pengembangan tersebut dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu program pengembangan produk yang terdiri dari pelayanan, kualitas dan keunggulan, program pengembangan harga yang terdiri dari biaya dan pemotongan harga, program pengembangan promosi yang bertujuan untuk memperluas segmentasi pasar, kemudian program pengembangan tempat (distribusi) yang terdiri dari aksesibilitas (prasarana) dan kenyamanan (sarana). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi dan wawancara.Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari buku-buku, artikel, dan majalah. Observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke objek penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan dan mencatat data yang telah ditemukan. Wawancara dilakukan dengan melakukan tanya jawab lisan kepada narasumber, yaitu pengelola Tembi Rumah Budaya, sehingga data yang ditemukan bersifat valid.
This study discusses about all the potential and tourist attraction in Tembi House of Culture, as well as developing recommendations that Tembi Rumah Budaya still existed become an attractive tourist destination and attractive forthe tourists. This study is based on the still rare objects and tourist attraction that based cultural in Bantul regency, so Tembi House of Culture appears to show its existence as the sole object and tourist attraction based cultural in Bantul regency. Potential and attraction at Tembi House of Culture is divided into the potential and physical attractiveness and potential and non-physical attractiveness. Potential and physical attractiveness more emphasis on traditional building of Java and diverse collection of objects which is an ancestral history.Potential and attractiveness of non physical more emphasis on activities or tourist attractions in Tembi House of Culture. The tourist attraction can be divided into natural tourist attractions and cultural tourism attractions. This tourist attraction aims to instill a sense of compassion or concern for the natural environment and culture. In this study discussed about the development program recommendations that can be done by managers Tembi House of Culture in order to further improve or develop potential and tourist appeal. Program development can be divided into fourg roups there are product development program consisting of service, quality and excellence, price development program consists of cost and discount, promotions development program that aims to expand market segmentation, and place (distribution) development programs that consist of accessibility (infrastructure) and comfort (the means). The method used in this research is descriptive method of analysis with techniques of data collection through literature review, observation and interviews. A literature study by studying books, articles, and magazines. Observation is done by direct observation to the object of research to identify problems and notes that the data has been found. Interviews were conducted by a question and answer orally to the informant, the manager Tembi House of Culture, so the data are found to be valid.
Kata Kunci : Tembi Rumah Budaya, Potensi dan daya tarik wisata, program pengembangan