Laporkan Masalah

CITRA INFERIORITAS PEREMPUAN DALAM CERPEN JUUSAN’YA KARYA HIGUCHI ICHIYOU: ANALISIS SOSIOFEMINIS RUTHVEN

ULIL MAULIDA NOVIANA, Wiastiningsih, S.S., M.A.

2013 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Cerpen Juusan’ya merupakan karya Higuchi Ichiyou yang diterbitkan pada tahun 28 Meiji (1895). Cerpen tersebut bercerita tentang kehidupan rumah tangga tokoh utama perempuan (Oseki) dan ketidakmampuannya menghadapi penindasan yang dilakukan oleh suaminya, Harada Isamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tokoh perempuan digambarkan dalam cerita dan apa saja bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami dalam lingkup budaya patriarki Jepang. Sehubungan dengan tujuan tersebut, penulis menggunakan teori kritik sastra feminis dengan perspektif sosiofeminis Ruthven untuk menganalisis peran dan citra tokoh perempuan dalam cerpen Juusan’ya. Selain itu, kritik sastra feminis juga digunakan untuk meneliti bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tokoh perempuan dalam cerpen Juusan’ya direpresentasikan sebagai pihak yang inferior yaitu citra perempuan lemah, pasif, dan tertindas. Sedangkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami antara lain berupa subordinasi, stereotip, dan kekerasan psikis.

Juusan’ya was a short story written by Higuchi Ichiyou and was published in 28 Meiji (1895). It tells about marriage life of Oseki —the main character and her inability opposes the oppression comes from her husband, Harada Isamu. This research is aimed to analyze how women characters are described on the story and the gender inequalities they cope with within patriarchy environment. Therefore, feminist literature criticism in the perspective of Ruthven’s sociofeminism theory is used in this research. Ruthven’s socio-feminism is used to analyze women’s roles and images depicted in Juusan’ya. Furthermore, feminist literature criticism is also used to reveal the types of gender inequalities faced by women characters. The results of this research prove that women characters in Juusan’ya is represented as the inferiors i.e. infirmity image, passivity image, and women’s mistreated image. Besides, women characters in this short story also face gender inequalities such as subordination, stereotyping and mental abuse.

Kata Kunci : feminisme, sosiofeminis, peran, citra perempuan, ketidakadilan gender


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.