PEMANFAATAN INTERNET UNTUK EDUKASI GIZI BAGI PENYANDANG DIABETES MELLITUS DI INDONESIA
EMYR REISHA ISAURA, dr. Probosuseno, SpPD, K-Ger
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Pola kejadian penyakit pada saat ini telah mengalami perubahan yang ditandai dengan transisi epidemiologi, yaitu perubahan pola penyakit dan kematian yang semula di dominasi oleh penyakit infeksi beralih ke penyakit non infeksi atau penyakit tidak menular. Peningkatan jumlah penyandang Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia tinggi setiap tahunnya. Penatalaksanaan DM secara terpadu membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 17 ayat 1 menyebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Tujuan: Penelitian ini secara umum bertujuan untuk untuk mempelajari pemanfaatan internet atau media online dalam penyampaian anjuran pola makan dan aktivitas fisik pada penyandang DM sebagai pencegahan terhadap komplikasi. Metode: Desain penelitian dengan menggunakan taksonomi penelitian kesehatan yaitu survei crossectional, yang dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2013 di Kota Surabaya. Penelitian ini akan dilaksanakan menggunakan e-survey, dengan data sekunder dari Rumah Sakit di Kota Surabaya. Sampel yang digunakan adalah penyandang DM usia 20 tahun hingga usia 50 tahun, yang terdaftar di Rumah Sakit dengan penyakit DM yang menyetujui informed consent dari peneliti. Sampel diambil secara purposive sampling dengan total sampel 66 responden. Hasil: Terdapat perbedaan pola makan penyandang DM yang memanfaatkan media online dan non online dengan OR 3,33 CI 95% 1,06-10,43dengan p-value 0,03, begitupula pada pola aktivitas fisiknya OR 0.09 CI 95% 0,01-0,75 dengan p-value 0,008. Kesimpulan: Pemanfaatan media berpengaruh pada kecenderungan pola makan baik penyandang DM sebesar 3,33 kali dibanding penyandang DM yang tidak memanfaatkan media online dalam pencarian sumber KIE dalam menunjang pencegahan terhadap komplikasi penyakitnya. Sedangkan pemanfaatan media berpengaruh pada kecenderungan pola aktivitas fisik penyandang DM sebesar 0,09 kali dibanding penyandang DM yang tidak memanfaatkan media online. Media online dapat menjadi salah satu mode yang efektif dan efisien dalam penyampaian KIE bagi penyandang DM oleh petugas kesehatan. Pemandirian penyandang Diabetes Mellitus dapat dilakukan dengan memanfaatkan media baik online maupun non-online.
Background: The pattern of disease incidence has changed nowadays as indicated from epidemiological transition, from infection to non infection diseases or non communicable diseases. Quantity of DM patients in Indonesia is increasing every year. Integrated management of DM requires synergy from different parties. According to Act No. 36/2009 on Health, article 17 paragraph 1 states that the government is responsible for availability of access to information, education, and health facilities to improve and maintain highest health status. Objective: The study aimed to analyze the utilization of internet or online media in the dissemination of recommended eating pattern and physical activities of DM patients as prevention against complication. Method: The study used cross sectional design and was carried out in January 2013 at Surabaya Municipality. It used e-survey, with secondary data from hospitals at Surabaya Municipality. Samples were DM patients of 20 to 50 years old registered in hospitals and agrred with informed consent from the researcher. Samples were taken purposively involving 66 respondents. Result: There was difference in eating pattern between DM patients utilizing online and those using non online media with OR 3.33 CI 95% 1.06-10.43 and p-value 0.03; and in physical activities with OR 0.09 CI 95% 0.01-0.75 and p-value 0.008. Conclusion: The utilization of online media affected eating pattern in DM patient as much as 3.33 times greater than in those not using online media in looking for communication, information, and education resources in supporting prevention against DM complication. The utilization of media affected in physical activity pattern of DM patients as much as 0.09 time greater kali than in those not using online media. Thus online media could be one of effective and efficient methods in the delivery of communication, information, and education for DM patients by health staff. Empowerment of DM patients could be implemented through the utilization of both online and non online media.
Kata Kunci : Pola makan–Aktivitas fisik–Edukasi gizi–Diabetes–Internet