Laporkan Masalah

INOVASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL (Studi di SD Sendangsari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta)

NUR ENDAH JANUARTI, Dr. Suharko

2013 | Tesis | S2 Sosiologi

Pendidikan melalui sekolah hadir sebagai sebuah proses reduksi atas pengetahuan melalui proses pembelajaran bagi masyarakat. Agar peserta didik dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan dan mengasyikkan, perlu menciptakan teknik pendekatan dan inovasi dalam proses pembelajaran dan disesuaikan dengan teori belajar dan teknik mengajar yang tepat. Inovasi proses pembelajaran memiliki tantangan untuk mengembangkan suatu pendidikan terkait suasana belajar yang mampu memberikan ruang yang dibutuhkan serta proses belajar yang baik sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan antusias, penuh kegembiraan dan berhasil mengembangkan potensi dirinya. SD Sendangsari, sebagai institusi sekolah menangkap gejala kegelisahan siswa atas proses belajar mengajar. Dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar lingkungan, menjadikan lingkungan sebagai objek belajar, mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari sumberdaya lokal di Desa Sendangsari, menuntun siswa untuk dapat menciptakan kreativitas dalam proses pembelajaran melalui model pembelajaran berbasis sumberdaya lokal. Keberlangsungan Inovasi Model Pembelajaran Berbasis Sumberdaya Lokal di SD Sendangsari menjadi hal yang dikaji dalam penelitian ini sebagai sebuah kajian substantif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi non partisipan, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Informan penelitian adalah civitas akademika SD Sendangsari yakni guru, siswa dan karyawan; Dinas Pendidikan, masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di sekolah. Analisis data menggunakan teknik interaktif (Interactive Model of Analysis) terdiri atas proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang inovasi model pembelajaran berbasis sumberdaya lokal adalah kegelisahan proses pembelajaran yang monoton dan inisiatif potensi sumberdaya alam yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Konsep yang dilakukan dengan (1) pengintegrasian materi pembelajaran dengan unsur-unsur sumberdaya lokal, (2) pengolahan makanan lokal sebagai media pembelajaran, (3) permainan tradisional sebagai media pembelajaran, (4) Kegiatan Ekstrakurikuler Terpadu “Pengembangan Diri Unggulan” sebagai Aktivitas Pembelajaran, (5) partisipasi masyarakat dalam aktivitas pembelajaran. Proses pelaksanaan menekankan pada (1) kegiatan belajarmengajar, (2) Relasi faktor internal (siswa, guru, metode pembelajaran), (3) relasi faktor eksternal (lingkungan belajar, orang tua, dan masyarakat) yang dilaksanakan melalui Paguyuban Kearifan Lokal, Pendampingan Organisasi Sosial dan swasta sebagai Pengembang Jaringan. Fasilitas dan sarana prasarana sekolah serta lingkungan masyarakat menjadi supporting system yang tak terpisahkan dalam proses ini. Keberlanjutan terdapat dalam potensi (1) kreativitas guru, (2) dukungan orang tua dan masyarakat, (3) dukungan pemerintah. Hambatan dalam keberlanjutan yakni (1) profesionalitas guru, (2) ketergantungan terhadap aktor (inovator), (3) sulitnya regenerasi, (4) partisipasi pihak eskternal yang terbatas.

Education through the school comes as the knowledge reduction process by learning process for people. It needs to create an innovation or approach in learning process according to the learning theory to design the delight and attractive learning environment. This innovation will get challenge to develop the education related to the learning environment that able to give more space and good learning process until all students can more enthusiastic, fun, and success to develop their potency. As a school institution, SD Sendangsari catches the discomfort indication inside the learning process. Finally, by utilize the natural potency, the school starts to use the environment with all potencies to be the learning objects, implements the local wisdom as part of the local resources in Desa Sendangsari, guides the students to be creative inside the learning process towards the learning method based on local resources. The continuity of the innovation in learning model based on local resources in SD Sendangsari will be analyzed in this research as substantive study. Using qualitative research method, the data collection method is using the non-participant observation, in-depth interview, and documentation. The informants are the students, teachers, and workers; department of education, the society, and related parties in school education process. To analyze the data is using interactive model of analysis that consist of data reduction, data presentation, and deduction. The study shows that the discomfort indication inside the learning process is the background to create the learning model innovation based on the local resources which can be integrated to the learning process. The concept about the innovation is (1) the integration between learning material and the element of local resource, (2) local food processing as the learning media, (3) traditional games as the learning instruments, (4) “integrated extracurricular activities” (kegiatan ekstrakurikuler terpadu) as learning activity, and (5) public participation to the learning activity. While the implementation process i.e. (1) learning process, (2) internal relation between teacher, students, and the learning method, (3) external relation between environment, parents, and society toward the Paguyuban Kearifan Lokal, Pendampingan Organisasi Sosial, and private sector as the network improvement. Facilities, school infrastructure and environment are inseparable supporting system within this process. The potential continuity contains (1) teachers’ creativity, (2) support from parents and public, and (3) support from government. The obstacles of this continuity are (1) teachers’ professionalism, (2) the dependence to the innovator, (3) the regeneration, and (4) external limited support.

Kata Kunci : Inovasi model pembelajaran, sumberdaya lokal, prestasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.