Laporkan Masalah

KAJIAN POLA ADAPTASI PETANI TERHADAP KEKERINGAN DI PULAU NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG, PROVINSI BALI

Ida Dewa Ayu Istri Ngurah, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, M.S.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Kekeringan merupakan bencana alam yang hampir terjadi setiap tahun di sebagian wilayah Indonesia. Kejadian bencana ini biasanya berdampak besar dan merugikan sektor pertanian. Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) mengidentifikasi risiko bencana kekeringan yang dihadapi petani di Pulau Nusa Penida. (2) menganalisis pola adaptasi yang berlaku pada petani di Pulau Nusa Penida menghadapi bencana kekeringan. (3) menganalisis hubungan karakteristik petani di Pulau Nusa Penida dengan pola adaptasi kekeringan. Lokasi penelitian ini adalah Pulau Nusa Penida yang terletak di Kecamatan Nusa Penida,Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan perpaduan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan cara pengambilan data melalui kuesioner dan diolah dengan statistik deskriptik serta selanjutnya menginterpretasikan hasil analisis tersebut ke dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden mengalami risiko kekeringan paling tinggi pada ketidaksuburan tanah, gagal tanam dan panen, dan krisis pangan dengan persentase yang berbeda. Adaptasi spontan secara langsung yang paling banyak dilakukan adalah intensifikasi pupuk sedangkan adaptasi spontan tidak langsung adalah mencari pekerjaan diluar sektor pertanian. Tidak ditemukan adanya adaptasi terencana yang telah dilakukan. Karakteristik petani yang mempengaruhi pilihan aktivitas adaptasi adalah pendapatan dan lama masa tanam pada tanaman saat ini. Pendapatan berpengaruh pada adaptasi responden yang mencari pekerjaan di luar sektor pertanian sehingga memiliki modal lebih untuk melakukan intensifikasi pupuk. Rendahnya aktivitas adaptasi yang dilakukan petani menghadapi bencana kekeringan dan dengan tingkat ancaman kekeringan yang tidak dapat dihindari menimbulkan kebutuhan upaya peningkatan kapasitas adaptasi, guna mengurangi tingkat kerentanan. Sehingga secara umum, risiko kekeringan di Nusa Penida dapat dikurangi.

Drought is the annual natural disaster in most of Indonesia area. This kind of disaster tend to give high impact and harm agricultural sector. Aims of this research : (1) identify risk of drought faced by farmers in Nusa Penida island. (2) analyze current adaptation pattern done by farmers in Nusa Penida island in facing drought. (3) analyze correlation of farmers characteristic in Nusa Penida island with current adaptation pattern. This research is conducted in Nusa Penida island, which is located in Nusa Penida sub-district, Klungkung district, Province of Bali. Research used combination of quantitative and qualitative approcahes, by collecting data using quesionaire and analyzing with descriptive statistic, then intepreting the result in narative language. Research found that, highest risk faced by respondents are infertile land, crop and harvest failure, and food insecurity, with various percentage. Direct autonomous adaptation which is most happened is fertilizer intensification, while indirect autonomous adaptation is finding a work outside agricultural sector. None of planned adaptation found. Farmers characteristic which influence adaptation activities found in income and planting duration. Income influences into adaptation to respondents who have a work outside agricultural sector so that they have more capital to do fertilizer intensification. Lack of adaptation activities done by farmers to cope drought and in addition with unavoidable drought hazard causing a need to develop farmers capacity, so that their vulnerability can be reduced. Generally, drought risk in Nusa Penida island can be minimized.

Kata Kunci : kapasitas, ancaman, risiko, kerentanan, bencana


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.