Laporkan Masalah

ANALISIS KUTUB PERTUMBUHAN DAN PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH PEMEKARAN DAN NONPEMEKARAN DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2002-2011

La Ode Alisyah, Prof. Mudrajat Kuncoro, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah pemekaran dan nonpemekaran pada di Provinsi Sulawesi Tenggara selama 10 tahun periode pelaksanaan, yaitu 2002-2011, selain itu untuk mengetahui tren pertumbuhan ekonomi sebelum dan sesudah pemekaran dan untuk menemukan pusat-pusat pertumbuhan dan daerah tertinggal di kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Variabel yang digunakan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi adalah derajat desentralisasi fiskal, jumlah penduduk, dummy dan tingkat aglomerasi di kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan untuk menganalisis variabel tersebut adalah menggunakan metode panel least square (PLS) dengan teknik estimasi fixed effect model. Analisis tren menggunakan variabel pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota. Sementara untuk menemukan pusat pertumbuhan dan daerah tertinggal variabel yang digunakan adalah pendapatan perkapita kabupaten dan kota dengan menggunakan Standar Deviasi dan Statistik Gi dan 􀜩􀯜 ∗. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel derajat desentralisasi fiskal berpengaruh signifikan dan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak signifikan namun postif terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingkat aglomerasi berpengaruh negatif secara signifikan sedangkan pertumbuhan penduduk tidak signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, adapun variabel dummy berpengaruh signifikan dan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah nonpemekaran sedangkan di daerah pemekaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara berdasarkan analisis tren terjadi peningkatan pertumbuhan eknomi sebelum dan sesudah pemekaran adapun kutub pertumbuhan terdapat di Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara dan Konawe Utara sedangkan daerah tertinggal berada di Kabupaten Buton, Wakatobi dan Kabupaten Bombana.

The main objective of this study was to analyze the impact of fiscal decentralization to the economic growth on the expansion and non expansion areas in Southeast Sulawesi Province during the 10-year implementation period, i.e., from 2002 to 2011, in addition to know the trend of economic growth before and after expansion and to find the growth poles and underdeveloped areas in district/city of Southeast Sulawesi province. The variables used to determine the effect of fiscal decentralization to the economic growth was the degree of fiscal decentralization, the total of population, dummy and the level of agglomeration in District and City of Southeast Sulawesi Province. The method used to analyze these variables was done by applying panel least square (PLS) method with estimation technique of fixed effect model. The trend analysis was using the variables of economic growth in District and City. While, the variables used to find the growth poles and underdeveloped areas were Regional per capita income and City per capita income by using deviation standard and Gi and 􀜩􀯜 ∗ statistics. The result of analysis showed that the degree variables of fiscal decentralization affected significant and negative to the economic growth especially Revenue sharing funds (DBH) and the General Allocation Fund (DAU) while the Special Allocation Fund (DAK) and Local Government Original Receipt (PAD) were not significant but positive on economic growth. The level of Agglomeration has affected significantly negative on economic growth whilst population growth was not, as for the dummy variable affected significant and negative to the economic growth in the non-expansion area whereas in nonexpansion area affected positive and significant to the economic growth. While, based on trend analysis has been increased on economic growth before and after the expansion as for the growth poles contained in Kolaka District, North Kolaka and North Konawe District while underdeveloped areas are in Buton District, Wakatobi and Bombana District.

Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal, Analisis Data Panel, Analisis Tren, Analisis Kutub Pertumbuhan, Daerah Pemekaran, Daerah Nonpemekaran, dan Pertumbuhan Ekonomi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.