Laporkan Masalah

Analisa Pengaruh Kehilangan Energi Sekunder Pada Jaringan Air Minum Perpipaan

Tria nadia prameswari, Ir. Budi Kamulyan, M.Eng

2013 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sumberdaya Air

PDAM sebagai salah satu penyelenggara layanan jaringan air minum di Indonesia dituntut untuk dapat melayani pelanggan dengan sebaik mungkin, namun dalam kenyataannya ada beberapa permasalahan yang timbul pada saat mendistribusikan air hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu seperti tekanan, kebocoran, belokan, dan sambungan atau fitting Banyak penyelenggara yang tidak memperhitungkan kehilangan energi sekunder dalam merencanakan jaringan air minum dikarenakan di dalam beberapa hal kehilangan energi sekunder tidak memiliki pengaruh yang sangat besar namun di dalam beberapa kasus memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Penelitian dimulai dengan melakukan studi terhadap jaringan imaginer (hayalan) yang dibuat untuk mengetahui faktir-faktor yang mempengaruhi kehilangan energi sekunder dengan cara melihat pengaruh kecepatan terhadap selisih energi relatipnya. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan melakukan studi pada jaringan air minum di Indonesia yaitu PDAM Tirta Dharma Unit Srandakan-Sanden yang mewakili jaringan sederhana dan PDAM Tirta Dharma Kodya Cirebon jaringan rumit. Pada Kedua jaringan ini akan dilakukan beberapa kali skenario berbeda untuk mengetahui pengaruh kehilangan energi sekunder pada sebuah jaringan air minum perpipaan. Berdasarkan hasil simulasi dengan jaringan imaginer diketahui bahwa semakin besar kecepatan pada sebuah jaringan maka dapat menyebabkan pengaruh kehilangan energi sekunder yang besar pula. Pada jaringan PDAM Tirta Dharma Unit Srandakan-Sanden diketahui bahwa kehilangan energi sekunder 2% dari kehilangan energi utama. Selain itu setelah dilakukan beberapa skenario diketahui bahwa keadaan katup 1⁄4 terbuka memiliki pengaruh perubahan kehilangan energi sekunder yang cukup besar. Pada jaringan PDAM Tirta Dharma Kodya Cirebon juga diketahui bahwa kehilangan energi sekunder dapat diabaikan karena hanya sebesar 0-7.9% dari kehilangan energi utama. Kehilangan energi sekunder akan sangat mempengaruhi pada ujung pipa, terutama jika tinggi tekanan di ujung pipa rendah, maka perlu diperhitungkan.

PDAM as one of the company which provide drinking water network service is demanded to serve the best to the costumer, but in reality, several problems are occurred in the water distribution process, this problem is caused by several factor such as pressure, leakage, turn, and fitting. A lot of provider doesn’t consider secondary energy loss in planning the drinking water network, because in several cases secondary energy loss doesn’t give significant contribution, but in other several cases this does give significant contribution. This research was began by conducting a study to imaginary network, this network was built to understand factors that induce the secondary energy loss by observing effect of velocity to relative energy difference. Then research was continued with study to actual drinking water network in Indonesia, PDAM Tirta Dharma Unit Srandakan-Sanden represents the simple network and PDAM Tirta Dharma Regency of Cirebon represents the complex network. To both networks, several different scenarios were applied to understand effect of secondary energy loss in a piped drinking water network. Based on simulation result of imaginary network, increase of velocity in a network can induce big secondary energy loss. On the network of PDAM Tirta Dharma Unit Srandakan-Sanden is known that the secondary energy loss was 2% of the main energy loss. Besides that, after applied several scenarios were known that valve in condition of 1⁄4 open highly effect the changes of secondary energy loss. On the network of PDAM Tirta Dharma Regency of Cirebon is also known that the secondary energy loss can be ignored, because the secondary energy loss is only 0-7.9% of the main energy loss. Secondary energy loss will give high effect to the end of the pipe, especially if the pressure head in the pipe end is low, then when this condition is occured the secondary energy loss is need to be considered.

Kata Kunci : Pengaruh Kehilangan Energi Sekunder, Jaringan Air Minum Perpipaan, fitting


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.