Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA UKURAN TUBUH DENGAN TINGKAT KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK USIA 1-9 TAHUN DI KOTA KUPANG

RUT ROSINA RIWU, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Penyakit DBD merupakan masalah kesehatan global yang penting. Setiap tahun terjadi sekitar 500.000 kasus dan 22.000 kematian di seluruh dunia. Jumlah kasus DBD di Kota Kupang pada tahun 2011 adalah 915 kasus, 644 kasus dan 10 kematian terjadi pada anak-anak usia 1-9 tahun. Ukuran tubuh berpengaruh terhadap keparahan DBD, karena semakin besar massa tubuh maka kebocoran plasma lebih mudah terjadi sehingga mendukung terjadinya syok. Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara ukuran tubuh dengan tingkat keparahan DBD. Metode penelitian. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan rancangan penelitian hospital-based case control study. Sampel adalah anak-anak penderita DBD usia 1-9 tahun dan dirawat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kota Kupang. Analisis univariabel dilakukan secara deskriptif, analisis bivariabel menggunakan Mantel-Haenszel test, dan analisis multivariabel menggunakan Multiple Conditional Logistic Regression. Hasil penelitian. Total sampel adalah 100 anak, terdiri dari 25 anak penderita DBD grade III dan IV, dan 75 anak penderita DBD grade I dan II. Anak yang berukuran tubuh gemuk sejumlah 11 durasi breastfeeding <6 bulan sejumlah 31. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ukuran tubuh dan tingkat keparahan DBD (CI 95% 1,1-37,7 dan OR = 6,4), namun durasi breastfeeding merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan tingkat keparahan DBD (CI 95% 1,4-18,5 dan OR = 5,1). Simpulan. Ada hubungan yang bermakna antara ukuran tubuh dan durasi breastfeeding dengan tingkat keparahan DBD. Anak-anak yang berukuran tubuh gemuk dan memiliki durasi breastfeeding <6 bulan memiliki risiko 6,4 dan 5,1 kali lebih besar terhadap keparahan DBD.

Background: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is the most important viral disease in the world. Anually there are an estimated 500.000 cases and 22.000 deaths of DHF in the world. In 2011 occured an outbreak in Kupang (915 cases) and most of the cases was the children aged 1-9 years (644 cases). It also caused 10 deaths in children aged 1-9 years. Overweight children have higher severity of DHF than normal or thin children, because autoimmune make DHF more difficult to treat. Objective: To describe correlation between DHF severity and body size among children aged 1-9 years in Kupang. Methods: This study used a hospital-based case control design. The samples were children aged 1-9 years as DHF patient at the hospital of Prof. Dr. W.Z. Johannes. Data analysis used Mantel-Haenszel test and multiple conditional logistic regression with ?? value of 0.05 and Confidence Interval (CI) 95%. Results: Total sample is 100 children that consist of 25 children with DSS (DHF grade III and IV) and 75 children with DHF (DHF grade I dan II). Obese/ overweight children is 11 children and children who had been breastfed less than 6 months is 31 children. Bivariable and multivariable analysis showed body size and breastfeeding duration were significantly related to severity of DHF (p value=0,002 dan OR=6,4 and p value=0,006 dan OR=5,1). But, breastfeeding duration is the most dominant variabel related to DHF severity (third model). Conclusion: There was a correlation between body size, breastfeeding duration, and DHF severity. The increasing size of children's body correlates with increasing level of DHF severity.

Kata Kunci : Ukuran tubuh, ASI, keparahan, DBD, anak, Body size, breastfeeding duration, severity, DHF, children


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.