PENENTUAN ZONA PRIORITAS RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN URBAN HEAT ISLAND DI KOTA YOGYAKARTA, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
RATIH PURNAMASARI, Hero Marhaento, S.Hut., M.Si
2013 | Skripsi | KONSERV. SUMBER DAYA HUTANPembangunan lahan terbangun menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya suhu di perkotaan. Perbedaan suhu yang signifikan antara wilayah perkotaan dengan wilayah sekitarnya dikenal sebagai fenomena urban heat island. Tujuan penelitian ini adalah; 1) mengetahui persebaran spasial suhu permukaan Kota Yogyakarta berdasarkan citra Landsat TM dan observasi lapangan, 2) menentukan zona prioritas ruang terbuka hijau Kota Yogyakarta berdasarkan urban heat island, dan 3) menyusun arahan penataan ruang terbuka hijau Kota Yogyakarta berdasarkan zona prioritasnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dan observasi lapangan. Metode penginderaan jauh menggunakan algoritma land surface temperature diekstraksi dari citra Landsat TM tahun 2009 untuk menghasilkan peta persebaran suhu permukaan Kota Yogyakarta tahun 2009. Pada observasi lapangan dilakukan pengukuran secara langsung dengan teknik systematic sampling. Analisis interpolasi dengan teknik inverse distance weight berdasarkan hasil observasi dilakukan untuk memperoleh peta persebaran suhu permukaan Kota Yogyakarta tahun 2013. Zona prioritas ruang terbuka hijau didapatkan dengan meng-overlay kedua peta persebaran suhu permukaan tersebut. Arahan penataan ruang terbuka hijau dideskripsikan berdasarkan hasil pengamatan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan trend yang hampir sama dari kedua metode pada persebaran suhu permukaan sehingga dapat diperoleh zona prioritas ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta. Persebaran suhu permukaan berdasarkan citra Landsat TM tahun 2009 dengan suhu diatas 34,01oC terletak di tengah kota, suhu antara 27,6oC–34,01oC terletak di pinggiran kota dan suhu dibawah 27,6oC terletak di luar kota. Persebaran suhu permukaan berdasarkan observasi tahun 2013 menunjukkan adanya beberapa kawasan pinggiran kota yang memiliki suhu di atas 34,01oC seperti Kotagede, Umbulhajo dan Mantrijeron. Zona prioritas tinggi sekitar 15,77% terletak di Ngampilan, Danurejan, Pakualaman, Kotagede, Gondomanan dan Umbulharjo. Zona prioritas sedang sekitar 54% tersebar hampir di seluruh kawasan. Zona prioritas rendah sekitar 30,22% terletak hampir di seluruh kawasan kecuali Kotagede, Mantrijeron, dan Umbulharjo. Arahan penataan ruang terbuka hijau lebih diutamakan pada penggunaan lahan untuk perekonomian dan permukiman dengan penanaman vegetasi yang disesuaikan ketersediaan lahan.
The development of built area reduces green open space and increases the temperature at urban areas. The significant temperature difference between urban areas and its surroundings is known as urban heat island phenomenon. The purposes of this research are; 1) to find out Yogyakarta’s spatial distribution of land surface temperature based on Landsat TM and field observations, 2) to determine priority zone of Yogyakarta’s green open space based on urban heat island, and 3) to establish green open space instruction for Yogyakarta city based on priority zone. This research has been conducted by using remote sensing and field observations. Remote sensing method uses land surface temperature algorithm extracted from Landsat TM in 2009 to produce Yogyakarta’s land surface temperature distribution map in 2009. On field observation, the researcher has done the measuring directly with systematic sampling technique. The interpolation analysis with inverse distance weight technique based on the observation is conducted to obtain a land surface temperature distribution map at Yogyakarta city in 2013. The green open space priority zone is obtained by overlaying both of surface temperature distribution maps. The suggestion of green open space direction has been described by the observation and the literature. The results show almost the same trend from both of the methods for land surface temperature distributions, furthermore we could get the green open space priority zone at Yogyakarta city. Land surface temperature distribution based on Landsat TM 2009 with temperature above 34,01oC is located at downtown, temperature arround 27,6oC – 34,01oC is located at coastal areas, and temperature below 27,6oC is located beyond the city. Land surface temperature observation based on observations in 2013 shows that some coastal areas have a temperature above 34,01oC such as Kotagede, Umbulharjo, and Mantrijeron. The high priority zones around 15,77% are located at Ngampilan, Danurejan, Pakualaman, Kotagede, Gondomanan, and Umbulharjo. The middle priority zones permeate around 54% from all areas. The low priority zones permeate around 30,22% from all areas except Kotagede, Mantrijeron and Umbulharjo. The suggestion for green open space arrangement based on priority zone is better being used for land use in economic and settlement sectors by planting vegetation according to the land availability.
Kata Kunci : urban heat island, ruang terbuka hijau, suhu permukaan