Laporkan Masalah

EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT DI INSTALASI FARMASI DAN PERBEKALAN KESEHATAN KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2010 DAN 2011

vyani kamba, Prof. Dr. Dra. Sri Suryawati,Apt.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Instalasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan (IFPK) Kabupaten Bone Bolango merupakan unit pelaksana teknis daerah yang mempunyai tugas pokok mengelola obat dan perbekalan kesehatan dari berbagai sumber. Obat dan perbekalan kesehatan yang dikelola IFPK banyak yang rusak maupun kadaluwarsa. Pada tahun 2007 dimusnahkan obat dan perbekalan kesehatan senilai Rp. 97.612.644., dan tahun 2010 senilai Rp. 147.424.895., Oleh karena itu dilakukan evaluasi terhadap distribusi dan penyimpanan obat di IFPK Kabupaten Bone Bolango. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan pengambilan data secara kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan observasi dokumen secara retrospektif dan konkurent. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa di IFPK Kabupaten Bone Bolango Persentase jenis obat yang cocok antara kartu stok dengan fisik 91 %, penyimpanan obat sesuai FEFO 94,5%, sesuai FIFO 5,5%, persentase jenis obat rusak dan kadaluwarsa 24,3 % pada tahun 2010 dan 18% pada tahun 2011, persentase nilai obat rusak dan daluwarsa 9,3% pada tahun 2010 dan 6 % pada tahun 2011. Rata-rata tingkat kecukupan obat 28 bulan pada tahun 2010 dan 22 bulan pada tahun 2011, persentase fasilitas kesehatan yang mengajukan permintaan tepat waktu 84% pada tahun 2010 dan 82% pada tahun 2011. Waktu tunggu distribusi obat 2,74 hari pada tahun 2010 dan 2,12 hari pada tahun 2011, persentase jumlah jenis obat yang dapat dipenuhi 79 % pada tahun 2010 dan 68% pada tahun 2011. Kesimpulan : Proses penyimpanan harus diperbaiki karena masih ada obat yang tidak sesuai antara fisik dengan kartu stok, masih ditemukan obat yang rusak dan kadaluwarsa, masih ditemukan obat dengan kecukupan > 18 bulan dan < 6 bulan. Proses distribusi masih harus dibenahi karena masih ada LPLPO yang tidak tepat waktu dan masih ada obat yang tidak dapat dipenuhi.

Background: Pharmacy and Medical Supplies Unit of Bone Bolango regency is a technical unit area that has task of managing medicines and medical supplies from a variety of sources. Found a lot of drugs and medical supplies are damaged or expired. In 2007 destroyed drugs and medical supplies valued Rp. 97,612,644., and at 2010 amounting to Rp. 147,424,895., Research then should be conducted regarding the distribution and storage of medicines in Pharmacy and Medical Supplies Unit of Bone Bolango regency. Method: The research uses Case Study design with qualitative and quantitative data. Quantitative data obtained by observation retrospective document and concurrent. Qualitative data obtained from in-depth interviews. Results: The results of research showed in Pharmacy and medical supplies Unit of Bone Bolango regency : the amount of drug that fits actual and recorded inventory was 91%, medicines stored by FEFO system was 94.5%, and by FIFO system was 5.5%. Quantity of damaged/expired drug at 2010 was 23.8% and at 2011 was 18%. Percentage value of damaged/expire drug at 2010 was 9.3% and 6% in 2011. Average stock position at 2010 was 28 months and at 2011 was 22 months, Percentage of health facilities submitting requisitions on time at 2010 was 84% and at 2011 was 82%. Warehouse lead time at 2010 was 2.74 days and 2.12 days at 2011. Percentage number of item supplied out of total requested by client at 2010 was 79% and 68% at 2011. Conclusion: The process of storage must be repaired because found drugs that do not fit between actual and recorded inventory, drugs was damaged or expired, average stock position more than 18 months and less then 6 months. Distribution process need to be addressed because found warehouse leaf item supplied out of total requested by client.

Kata Kunci : evaluasi, penyimpanan obat, distribusi obat, Kabupaten Bone Bolango


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.