PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA TANPA RESEP DI KALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER, ILMU KEPERAWATAN, GIZI KESEHATAN, FARMASI DAN KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
Rizky Indah Pratiwi, dr. Rustamaji, M.Kes.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Penggunaan antibiotika untuk swamedikasi merupakan permasalahan global. Di Indonesia, terdapat kecenderungan peningkatan swamedikasi dengan antibiotika di kalangan masyarakat dalam satu dekade terakhir. Salah satu sumber informasi mengenai swamedikasi dengan antibiotika di kalangan masyarakat adalah tenaga kesehatan. Oleh karena itu penting dilakukan penelitian mengenai perilaku penggunaan antibiotika untuk pengobatan sendiri di kalangan mahasiswa ilmu-ilmu kesehatan karena mereka adalah calon tenaga kesehatan dimasa mendatang. Penelitian ini menerapkan Theory Planned Behavior (TPB) dikombinasikan dengan teori Health Belief Model (HBM) untuk membantu mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi niat/intensi terkait dengan perilaku swamedikasi menggunakan antibiotika yang digali di kalangan mahasiswa ilmu-ilmu kesehatan. Faktor-faktor tersebut meliputi pengetahuan, sikap, norma subjektif, kontrol perilaku dan prasyarat dalam melakukan tindakan serta faktor sosio-demografi. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional survey. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Dokter, Gizi Kesehatan, Ilmu Keperawatan, Kedokteran Gigi, dan Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Besar sampel adalah 150, yang dipilih secara non random dengan teknik conveniens sampling.Instrumen penelitian adalah kuisioner yang telah diuji coba.Data dianalisis dengan korelasi Spearman Rho dan Regresi Logistik dengan menggunakan SPSS. Hasil Penelitian: Dari 150 responden, ditemukan sebanyak 79% (n=119) yang mengenal antibiotika dan selebihnya adalah responden yang tidak mengenal antibiotika. Dari 119 responden yang mengenai antibiotika, terdapat 11% (17 responden) yang melakukan swamedikasi dengan antibiotika dalam kurun 2 minggu terakhir. Faktor – faktor yang mempengaruhi niat/intensi yang secara statistik bermakna(p=<0,05) adalah variabel kontrol perilaku (OR=8.487, 95% Cl: 2.762-26.073) dan variabel prasyarat tindakan (OR=3.969, 95% Cl: 1.335- 11.797). Hal ini berarti kedua faktor tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap niat/intensi mahasiswa dalam melakukan swamedikasi dengan antibiotika. Sedangkan dari faktor sosio-demografi,usia berkorelasi negatif, namun lemah, terhadap niat/intensi. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 150 responden, sebanyak 79% (119 responden) mengenal atau familiar dengan antibiotika dan sebanyak 11% (17 responden) dari responden tersebut melakukan swamedikasi dengan antibiotika dalam kurun waktu 2 minggu. Dengan mengaplikasikan teori TPB dan HBM diperoleh bahwa faktor yang mempengaruhi niat/intensi responden dalam melakukan swamedikasi antibiotika yang secara statistik bermakna yaitu faktor kontrol perilaku dan prasyarat dalam melakukan tindakan.
Background: The use of antibiotics for self medication is one of public health problem worldwide. In Indonesia, there is an increaseof self medication with antibiotics practice in the community in the decade. Health practitioner is one of the main sources of information on self medication with antibiotics in the community. Therefore, it is important to conduct a research to investigate behavior of the use of antibiotics for self-medication among students of health sciences faculties who will take a role as health professionals in the future. This study applied Theory of Planned Behavior (TPB), which combined with Health Belief Model (HBM) to assist in investigating factors that influence intention to self medication with antibiotics among students of health sciences faculties. These factors include knowledge, attitudes, subjective norms, perceived behavioral control,and cues of action, and also socio-demographic factors. Methods: The study was a cross-sectional survey involvedstudents of Medical Doctor, Nursing, Nutrition/Dietetics, Dentistry, and Pharmacy of the University of Gadjah Mada University Yogyakarta. Sample size was 150, which was carried out using a non-random sampling technique, i.e. convenience sampling. The research instrument was a pre-tested questionnaire. The data obtained were analyzed using Spearman Rho correlations and Logistic Regression with the assistance of SPSS.Results: Of the 150 respondents, 79% (n = 119) were familiar with antibiotics. Of the 119 respondents who were familiar with antibiotics, 11% (17 respondents) self medicated with antibiotics within the last 2 weeks. There are two factors that influence respondent’ intention to self medicate with antibiotics which are statistically significant (p = <0.05). They are the perceived behavioral control (OR = 8487, 95% CI: 2762-26073) and the cues of action (OR = 3969, 95% CI: 1335-11797). This suggests that both the factors stastitically significant contribute on the intention of self medication with antibiotics. Age and semester are the socio-demographic factors that negatively, but weak, correlate with the intention. Conclusion:It can be concluded that 79% (119 respondents) of 150 respondents are familiar with antibiotics, in which 11% of them (17 respondents) self medicated with antibiotics within the last 2 weeks. Applying the TPB and HBM the study found that perceived behavioral control and cues to action are the factors that statistically significant influence the intention of self medication with antibiotics.
Kata Kunci : Perilaku, Swamedikasi Antibiotika, Mahasiswa Ilmu-ilmu Kesehatan, Theory Planned Behavior (TPB) dan Health Belief Model