PERUMUSAN STRATEGI INSTALASI FARMASI DALAM RANGKA PERSIAPAN RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK MENJADI BLUD BERDASARKAN KONDISI EKSTERNAL DAN INTERNAL
INDAH PUSPASARI, Prof. DR. Sri Suryawati, Apt.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, RSUD Dokter Soedarso akan menerapkan BLUD sesuai dengan PP No 23 tahun 2005. Instalasi Farmasi merupakan salah satu unit penunjang medis yang memberikan pelayanan kefarmasian, juga mempunyai kontribusi besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Masalah yang dihadapi oleh instalasi farmasi RSUD Dokter Soedarso Pontianak selain ketersediaan obat yang belum sesuai kebutuhan pasien, pengelolaan obat belum dilakukan sepenuhnya oleh instalasi farmasi sehingga pelayanan kefarmasian yang diberikan belum optimal. Agar Instalasi Farmasi dapat memberikan pelayanan optimal, maka diperlukan suatu identifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal Instalasi Farmasi RSUD Dokter Soedarso Pontianak sehingga dapat dirumuskan suatu strategi yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Tujuan penelitian : menganalisis kondisi lingkungan eksternal dan internal instalasi farmasi dan menyiapkan matriks rumusan strategi instalasi farmasi untuk penyusunan rencana strategi RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Metode : penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan menggunakan matriks SWOT Hasil : Analisis faktor eksternal terhadap peluang dan ancaman menghasilkan angka positif 0,315 menunjukkan peluang Instalasi Farmasi RSUD Dokter Soedarso (2,05) lebih besar dari ancamannya (1,735). Analisis faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan Instalasi Farmasi RSUD Dokter Soedarso menghasilkan angka negatif sebesar -0,265 menunjukkan kelemahan Instalasi Farmasi RSUD Dokter Soedarso (1,9) lebih besar dari kekuatannya (1,635) dan strategi yang digunakan adalah dengan meminimalkan kelemahan Instalasi Farmasi untuk merebut peluang yang lebih baik. Kesimpulan : matriks rumusan strategi yang dihasilkan optimalisasi lokasi Instalasi Farmasi, optimalisasi SDM, pemanfaatan pertumbuhan ekonomi dan penduduk dengan membuat Rencana Strategi Bisnis (RSB) dan motivasi karyawan, pengembangan sarana dan prasarana, revisi dan sosialisasi SPO, optimalisasi peran KFT, pemanfaatan UU 44 tahun 2009 sebagai dasar hukum instalasi farmasi dan pengatasan masalah SIM.
Background: To improve the quality of healthcare, Dokter Soedarso Regional Public Hospital (subsequently referred to as RSUD Dokter Soedarso) will become a BLUD (Regional Public Service Institution) based on the Government Regulation Number 23 of 2005. Pharmacy instalation is a complementary medical unit that provides pharmaceutical services and that contributes significantly to the improvement of healthcare in hospitals. The problems that confront the pharmaceutical installation in RSUD Dokter Soedarso Pontianak are, beside the medical supplies that do not adequately meet the needs of patients, the drug management has not been fully performed by the pharmacetical installation and, thus, made the pharmaceutical services less optimal. For the pharmaceutical installation to provide optimal service, it is necessary to identify its internal and external conditions in order to develop a strategy to improve the quality of pharmaceutical service in the hospital. Objective: To analyze the external and internal conditions of the pharmaceutical installation and to prepare a matrix of strategy formulation for arrangement of strategic planning in RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Method: The study employed a case study design with SWOT matrices. Results: External factor analysis of opportunities and threats derived a positive figure of 0,315 which indicated that the opportunity for the pharmaceutical installation in RSUD Dokter Soedarso (2.05) is higher than the threath (1.735). Internal factors analysis, i.e. of strenghts and weaknesses of pharmaceutical installation in RSUD Dokter Soedarso, resulted in a negative value of -0.265 which indicated that the weakness of the pharmaceutical installation in RSUD Dokter Soedarso (1,9) is higher than the strength (1.635) and the strategy to be used is by minimizing the weakness and capitalizing the opportunity of the pharmaceutical installation. Conclusion: The matrix of strategies formulated are optimization of pharmaceutical installation site, HR optimization, capitalizing on economic and demographic growth by developing a Business Strategic Plan, improving employees motivation, developing facilities and infrastructures, revising and socializing of SOP, optimizing the role of Drug and Pharmaceutical Committee, adopting Regulation No.44 of 2009 as the legal basis of pharmaceutical installation and dealing with MIS
Kata Kunci : instalasi farmasi rumah sakit, faktor strategis lingkungan eksternal, faktor strategis lingkungan internal, analisis SWOT, matriks rumusan strategi, BLUD