Laporkan Masalah

EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI LOGISTIK OBAT ANTI TUBERKULOSIS KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT

Faisal Nursid, dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Tuberkulosis atau TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan bahwa OAT sebagai obat yang sangat sangat esensial dan dijamin ketersediaannya oleh pemerintah. Permasalahan dari hasil observasi awal kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Polewali Mandar, bahwa pernah terjadi kekosongan Obat Anti Tuberkulosis (OAT), adanya obat rusak dan kadaluarsa, dan sulitnya distribusi obat di UPTD IFK Kabupaten Polewali Mandar. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan menggunakan data retrospektif. Analisis data dengan menggunakan triangulasi dari metode observasi, daftar tilik dan wawancara mendalam. Tehnik sampling penelitian pada pemilihan Puskesmas dengan menggunakan stratified random sampling dan responden wawancara dengan menggunakan purposive random sampling. Hasil Penelitian. Persentase OAT rusak/kadaluarsa di UPTD IFK (16,10%) sedangkan persentase OAT rusak/kadaluarsa di Puskesmas dan RSUD yang tidak dapat di tentukan. Penyimpangan kuantum distribusi OAT di UPTD IFK ke fasilitas pelayanan kesehatan masih bervariasi antara antara 18 sampai 81 paket OAT. Tingkat ketersediaan logistik OAT di UPTD IFK Kabupaten Polewali Mandar yaitu 3,24 bulan, tingkat ketersediaan logistik OAT di Puskesmas masih bervariasi antara 1,40-0 bulan, sedangkan tingkat ketersediaan logistik OAT di RSUD Kabupaten Polewali Mandar tidak dapat ditentukan. Kesimpulan. Evaluasi penyimpanan logistik OAT di UPTD IFK, Puskesmas dan RSUD Kabupaten Polewali Mandar belum memenuhi standar penyimpanan yang ditetapkan. Evaluasi distribusi logistik OAT di UPTD IFK, Puskesmas dan RSUD Kabupaten Polewali Mandar belum memenuhi standar distribusi yang ditetapkan. Tingkat ketersediaan logistik OAT di UPTD IFK Kabupaten Polewali Mandar belum aman, di Puskesmas masih bervariasi antara 1,40-0 bulan, sedangkan di RSUD Kabupaten Polewali Mandar tidak dapat ditentukan.

Background. Tuberculosis or TB is a challenges for global public health problem. Government Ministry of Health of the Republic of Indonesia established that Anti-Tuberculosis (anti-TB) drug as very essential medication and guaranteed affordability by the government. The problem of initial observations to the Pharmaceutical Installation Polewali Mandar Regency, showed that stock out of anti-TB drugs, defective and expired medications, and inadequate of drug distribution in Pharmaceutical Installation Polewali Mandar regency. Methods. Research using descriptive analytic and collected retrospective data. Data analysis by triangulation method from observation data collected, checklists and in-depth interviews. Research sampling techniques on the selection of primary health care using stratified random sampling and respondent interviews using purposive sampling. Results. Percentage of anti-TB drugs logistics damage/expire is 16,10% in in Pharmaceutical Installation Regency of Polewali Mandar regency and in health care facilities could not determine. Quantum deviation percentage of anti-TB drugs logistics distribution in Pharmaceutical Installation Regency to Primari Health Care is still varied between 13 up to 81 packets of anti-TB drugs logistics, in General Hospitals Polewali Mandar regency could not be determined.The availability of anti-TB drugs logistics in Pharmaceutical Installation of Health Service Regency in the Polewali Mandar is 3.24 months, the number of availability of anti-TB drugs logistics in primary health care is still varied between 1.40 to 0 months, and the availability of anti-TB drugs logistics in general hospitals Polewali Mandar regency could not be determined. Conclusion. Evaluation of anti-TB drugs logistic storage in Pharmaceutical Installation Polewali Mandar Regency sub-standar and percentage of anti-TB drugs damaged/expired is not meet with Ministry of Health requirement, and in facility health care could not determine. Evaluation of anti-TB drugs logistics distribution in Pharmaceutical Installation Polewali Mandar Regency lack of Ministry of Health requirement. The Availability of anti-TB drugs logistics in Pharmaceutical Installation Regency is not save, in primary health care is still varied between 1.40 to 0 months, and in General Hospitals Polewali Mandar regency could not be determined.

Kata Kunci : Penyimpanan OAT, Distribusi OAT, Ketersediaan OAT.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.