Laporkan Masalah

Eliminasi Virus pada Bawang Merah dengan Elektroterapi Secara In Vitro

Retno Pangestuti, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc

2013 | Tesis | S2 Agronomi

Bawang merah merupakan sayuran penting di Indonesia namun capaian produktivitas nasionalnya masih rendah yaitu 9,54 ton/ha. Rendahnya produktivitas ini salah satunya dipengaruhi rendahnya kualitas bahan tanam termasuk adanya akumulasi virus pada bahan tanam, karena penggunaan umbi secara turun temurun.Beberapa virus utama diketahui berpotensi menurunkan hasil tanaman bawangan 39-60%. Selama ini belum ada cara efektif mengendalikan infeksi virus yang sudah menyerang tanaman, maka penyediaan bahan tanam bebas virus sangat penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konfirmasi gejala visual infeksi virus yang khas dengan adanya virus pada jaringan tanaman melalui alat/metode deteksi virus yang tepatdan menguji kombinasi perlakuan elektroterapi dan penggunaan sumber eksplan terhadap nilai efisiensi terapi pada eksplan bawang merah.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan dan Virologi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bulan November 2011 hingga Agustus 2012.Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK faktorial 2 faktor dengan 5 ulangan.Faktor pertama adalah sumber eksplan yaitu meristem batang (2 mm), diskus/basal plate (3 – 5 mm) dan batang semu (10-15 mm).Faktor kedua adalah besar arus elektroterapi selama 10 menit yaitu 0 mA (tanpa elektroterapi), 5 mA, 10 mA dan 15 mA.Perlakuan dilakukan pada dua kelompok tanaman yaitu tanaman bergejala virus dan tanpa gejala virus.Bahan tanam yang digunakan adalah bawang merah kultivar Super Philip dan Ilokos.Deteksi terhadap infeksi virus dilakukan dengan ELISA dan mikroskop electron transmisi (TEM). Hasil penelitian menunjukkan tanaman yang menunjukkan gejala visual infeksi virus yang khas seperti mosaik halus atau klorosis, garis kuning memanjang yang bersambung atau terputus dan bentuk daun yang abnormal terkonfirmasi positif terinfeksi virus melalui deteksi dengan ELISA dan mikroskop elektron tansmisi (TEM).Meristem batang merupakan sumber eksplan terbaik untuk perlakuan eliminasi virus baik dari kemampuan eliminasi virusnya maupun pertumbuhan eksplan pasca perlakuan eliminasi virus.Penggunaan elektroterapi dapat meningkatkan persentasi eksplan bebas virus tanpa menyebabkan kemunduran pertumbuhan eksplan. Kombinasi perlakuan meristem batang dan elektroterapi 5 mA selama 10 menit menghasilkan nilai efisiensi terapi tertinggi sebesar 28,57 %

oductivity of shallot is still low i.e. 9.54 t /ha. Low productivity of shallot is affected by low quality of planting materials causedsome factors including the accumulation of virus in planting material due to simultaneous infection on bulb through vegetative propagation. Some researcher were occupied to determine the effect of some major viruses infection to Allium plants and the result showed that the virus infection could reduce yield ranging from 39% to 60%. Therefore, the management production of shallot using virus-free planting materials is very important. The aims of this research were to confirm the visual symptom of virus in shallot plants with suitable method of virus detection and to analyzes virus elimination treatment by electrotherapy and the explant sources on therapy efficiencyof shallot explants. The research was conducted at the Laboratory of Tissue Culture and Virology, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University in November 2011 to August 2012. The experimental design was RCBD factorials with two factors and were replicated in three blocks. The first factor was the explantsourcesi.e. meristem tip (2 mm), basal plate (3-5 mm) and pseudo stem (10-15 mm). The second factor was the electrotherapy currents i.e. 0 mA ,5 mA, 10 mA, and 15 mAwith each treatment in 10 minutes. There were two groups that were plantswith virus infection symptom and plants without symptom treated by the treatments. Shallot varieties used were Super Philips and Ilokos. Virus observation of detection by test plant, DAS ELISA and transmission electron microscopy (TEM). The results showed that plants with specific virus symptom such as mosaic, clorosis, yellow strip and abnormal leaf had positive virus detected by ELISA or TEM. Meristem tip wasthe best explant source in virus elimination both in virus elimination abilities and explant growth after virus elimination treatments. Application of electrotherapy treatment increased the percentage of explants free virus without causing deterioration of explant growth. Combination of meristem tip and electrotherapy 5 mA for 10 minutes treatmentproduced the highesttherapy efficiency i.e. 28.57 %.

Kata Kunci : bawang merah, virus, elektroterapi, in vitro


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.