PENGARUH MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth) TERHADAP KADAR KORTISOL, GLUKOSA DARAH, DAN MORFOMETRI KORTEK ADRENAL PADA MENCIT (Mus musculus L.) DENGAN STRESOR KEBISINGAN
Vitralasandri, Dra. Mulyati Sarto, M.Si.
2013 | Tesis | S2 BiologiNilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman jenis semak yang mengandung senyawa kimia utama, patchouli alkohol. Minyak nilam mempunyai manfaat farmakologi, antara lain sebagai antibakteri, antilarvisida, aprodisiak, antiseptik, dan sebagai antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antidepresan minyak nilam terhadap kadar kortisol, glukosa darah, aktivitas lokomotor, dan morfometri kortek adrenal mencit (Mus musculus L.) yang diinduksi suara bising. Stresor suara bising menggunakan alat Rat Repeller dengan sistem gelombang suara ultrasonik dan sebagai bahan antidepresan digunakan minyak nilam murni. Penggunaan minyak nilam sebagai antidepresan diaplikasikan dalam bentuk aromaterapi yaitu dengan menguapkan aroma essential oil minyak nilam konsentrasi 1% pada tungku hangat kemudian dimasukkan ke dalam kandang pengasapan berukuran 50x50x50 cm. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan galur Swiss sebanyak 24 ekor, umur 2,5 bulan. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol nilam, kontrol stresor suara bising, kelompok induksi stres suara bising selama satu minggu + aromaterapi minyak nilam 1% dalam 30 menit selama satu minggu, kelompok aromaterapi minyak nilam 1% dalam 30 menit selama satu minggu + induksi suara bising selama satu minggu dan kelompok perlakuan aromaterapi minyak nilam 1% + stresor suara bising yang diaplikasikan secara bersamaan masing-masing selama 30 menit selama 2 minggu. Parameter yang diukur adalah kadar kortisol, glukosa darah, aktivitas lokomotor, dan morfometri zona kortek adrenal: zona glomerulosa, retikularis, dan terutama zona fasikulata. Hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif menggunakan ANAVA dan uji Duncan (p<0,05) sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian selama 2 minggu menunjukkan perlakuan aromaterapi minyak nilam 1% dapat menurunkan kadar kortisol, glukosa darah, meningkatkan aktivitas lokomotor, dan menormalkan morfometri zona fasikulata kortek adrenal mencit. Stresor kebisingan meningkatkan kadar kortisol, glukosa darah, morfometri zona fasikulata kortek adrenal, dan menurunkan aktivitas lokomotor mencit.
Nilam (Pogostemon cablin Benth) is a brush plant having the main of chemical content, patchouli alkohol. Nilam oil has some pharmalogical roles, such as antibacterial, antilarvicida, aphrodiciak, antiseptic, and antidepressan. The aims of this research are to study the antideppressan effects of nilam oil to the levels of cortisol and blood glucose, locomotor activity, and the morphometry of adrenal cortex on noise-stressed mice (Mus musculus L.). Noise stress was generated by Ultrasonic Rat Repeller for antideppressan being used pure nilam oil. The oil was administered to mice as aromatherapy by volatilizing it on aromatherapy fireplace with the concentration of 1%, entering to the smoking stall with size of 50x50x50 cm. This experiment used 24 male mice strain Swiss with age of 2.5 month. The mice were divided into 6 groups that is negative control, nilam control, noise stress control, group with noise stress for 1 week by aromatherapy treatment of 1% nilam oil, 30 minutes a day; group with aromatherapy treatment of 1% nilam oil, 30 minutes a day, for a week, followed by noise stress, 30 minutes a day, for a week; and group with aromatherapy treatment of 1% nilam oil and noise stress, 30 minutes a day for 2 weeks. At the end of this experiment, the levels of cortisol and blood glucose were determined, locomotor activity and morphometry of adrenal cortex being observed.The results were analyzed by using ANOVA and Duncan test (p < 0.05), while qualitative data being analyzed descriptively. Administration of 1% nilam oil decreased cortisol and blood glucose levels, increased locomotor activity, and stabilized morphometry of fasiculata on adrenal cortex in mice. Noise stress increased cortisol and blood glucose levels, morphometry of fasiculata zone on adrenal cortex, and decreased locomotor activity in mice.
Kata Kunci : Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth), Stres, Kortisol, Glukosa darah, Kortek adrenal.