Laporkan Masalah

PENGARUH MODAL MANUSIA, LITERASI INFORMASI DAN MOTIVASITERHADAP PRODUKTIVITAS KARYA ILMIAH PUSTAKAWAN (Studi pada Pustakawan di Universitas Diponegoro Semarang

Lis Setyowati, Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si

2013 | Tesis | S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan

Pustakawan mendapatkan dukungan untuk ikut mengembangkan profesi mereka melalui kegiatan penulisan karya ilmiah. Dukungan ini datang tidak hanya dari pemerintah, namun juga dari berbagai institusi. Alasan lain mengapa pustakawan harus aktif dalam penulisan karya ilmiah adalah karena mereka dituntut untuk berperan dalam memberikan pendidikan literasi informasi kepada pengguna perpustakaan. Dengan demikian, mereka sendiri harus melek informasi, sebelum mengajarkan literasi informasi kepada pengguna. Mereka harus bisa menunjukkan praktik literasi informasi, salah satunya berupa penulisan karya ilmiah. Di Universitas Diponegoro, dukungan seperti ini belum bisa menarik pustakawan untuk terlibat aktif dalam kegiatan penulisan karya ilmiah. Ini dapat dilihat dari kesulitan yang dihadapi redaksi “Warta Perpustakaan” untuk menjaga keberlanjutan publikasi ini, karena sedikitnya artikel yang masuk ke redaksi. Penelusuran lebih lanjut terkait dengan hal ini menunjukkan bahwa ternyata 38,5 % pustakawan tidak pernah mengajukan angka kredit yang berkaitan dengan kegiatan penulisan karya ilmiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan akan faktorfaktor yang mempengaruhi produktivitas karya ilmiah pustakawan. Penelitian ini menguji tiga faktor penting yang diduga berpengaruh terhadap produktivitas karya ilmiah pustakawan, yakni modal manusia, literasi informasi dan motivasi. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survey dengan menyebarkan angket kepada total populasi sebanyak 38 orang pustakawan di lingkungan Universitas Diponegoro. Analisis data menggunakan program SmartPLS menunjukkan bahwa baik modal manusia maupun motivasi berpengaruh terhadap produktivitas karya ilmiah pustakawan namun literasi informasi tidak terbukti berpengaruh terhadap produktivitas karya ilmiah. Hasil temuan lain dari penelitian ini adalah bahwa modal manusia berpengaruh terhadap literasi informasi dan juga motivasi dan bahwa literasi informasi berpengaruh terhadap motivasi. Hasil penelitian ini membawa implikasi akan perlunya kebijakan untuk mengembangkan modal manusia, pengembangan iklim yang mendukung peningkatan motivasi berprestasi, serta pelatihan literasi informasi bagi pustakawan.

Librarians are encouraged to participate in the improvement of their profession through scholarly writing. Supports has been given for them, not only by the government, but also by many institutions. Another reason why librarians should be more active in scholarly writing is that they are called for to play key roles in delivering information literacy education to library users. This imply that they should be information literate themselves, before teaching the skills to library users.Therefore, they should be able to perform information literacy practices, including scholarly writing. In Diponegoro Univesity, many efforts has been done to encourage the librarians to be more active in publishing scholarly writing, but they didn’t seem to work. This can be seen from the difficulty to maintain “Warta Perpustakaan” continuity, due to the lack of articles submitted to the editorial team. Further traces lead to the fact that 38,5 % librarians had never proposed scholarly writing as part of their credit point. A question arised on the factors that might influence the publication productivity among the librarians. Three possible determinants were identified, those were human capital, information literacy and motivation. Quantitative approach was taken to determine the impact of the three factors on librarian publication productivity. A questionnaire survey was conducted to gather data from the total population of 38 librarians at Diponegoro University. Data analysis using smartPLS showed that while both human capital and motivation were determinants to publication productivity, information literacy didn’t affect publication productivity. Other research findings were that human capital influence both information literacy and motivation and that information literacy influence motivation to write. This findings imply the need for policies which support not only the improvement of librarian’s human capital and the achievement motivating environment but also information literacy training for librarians.

Kata Kunci : human capital, information literacy, motivation, scholarly productivity, librarians


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.