ANALISIS EFISIENSI RELATIF DAN PERILAKU PETANI TERHADAP RISIKO USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BANTUL
Marfin Lawalata, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto., MS.
2013 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui tingkat efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul dan faktor-faktor yang mempengaruhi, (2) Mengukur risiko produksi dan risiko pendapatan usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul serta faktorfaktor yang mempengaruhinya, dan (3) Mengetahui perilaku petani terhadap risiko usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan terhadap 60 petani bawang merah di Kabupaten Bantul pada musim tanam pertama tahun 2011. Metode penelitian menggunakan analisis DEA (Data Envelopment Analysis) dengan asumsi output oriented digunakan untuk mengukur skor efisiensi dari masing-masing usahatani yang diamati. Selanjutnya menggunakan analisis regresi Ordinary Least Squares (OLS) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul. Untuk mengukur risiko produksi dan pendapatan menggunakan nilai koefisien variasi (CV) dan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi dan pendapatan menggunakan analisis fungsi produksi Cobb Douglas dan model heteroskedastisitas Just-Pope. Untuk mengukur perilaku petani terhadap risiko menggunakan metode Moscardi dan de Janvry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul masuk dalam kategori inefisien. Berdasarkan perhitungan DEA-CRS, sebanyak 11 (18,33%) usahatani bawang merah telah efisien, sedangkan dengan perhitungan DEA VRS sebanyak 18 (30%) usahatani bawang merah telah efisien. Luas lahan, umur petani, pendidikan, dan pengalaman usahatani memiliki pengaruh dan signifikan terhadap tingkat efisiensi teknis. Risiko produksi sebesar 0,8518 (85,18%) dan risiko pendapatan sebesar 1,2416 (124,16 %). Jumlah pupuk organik, jumlah pupuk phonska, jumlah fungisida, jumlah tenaga kerja, umur petani dan pengalaman usahatani memiliki pengaruh dan signifikan terhadap risiko produksi, sedangkan harga pupuk organik, harga pupuk phonska, harga fungisida, upah tenaga kerja, umur petani dan pengalaman usahatani memiliki pengaruh dan signifikan terhadap risiko pendapatan. Petani bawang merah di Kabupaten Bantul mayoritas memiliki perilaku menolak risiko sebanyak 44 petani (73,33%) walaupun usahatani bawang merah berisiko. Umur petani, pendidikan, pendapatan usahatani bawang merah dan pendapatan luar usahatani bawang merah siginifikan dan mempengaruhi perilaku petani terhadap risiko.
This study aims: (1) to determine the level of technical efficiency of red onion farming in Bantul regency and its determinant factors; (2) to measure the production and income risks of red onion farming in Bantul regency and its determinant factors; and (3) to investigate the behavior of farmers toward the risk of red onion farming in Bantul regency and its determinant factors. The study was conducted for 60 red onion farmers in Bantul regency in the first planting season of 2011. Data Envelopment Analysis (DEA) with output oriented assumption was applied to measure efficiency score from each farms observed. It is followed by using the analysis of Ordinary Least Square regression (OLS) to analyze the factors which affects the level of technical efficiency of onion farming in Bantul regency. Furthermore, coefficient of variation (CV) was applied to quantify the risk of production and income while Cobb Douglas production function analysis and heteroscedasticity model of Just-Pope were applied for determining the factors that influence risk of production and income. Then, to measure the behavior of farmers toward the risk it uses Moscardi and de Janvry method. The results of research showed that the majority of red onion farming in Bantul regency is in the category of inefficient. Based on DEA-CRS calculations, there are 11 (18.33%) red onion farming which has been efficient, while the calculations of DEA- VRS shows there are 18 (30%) red onion farming which has been efficient. Land size, farmers’ age, education and farming experience have a significant influence on the level of technical efficiency. The level of production risk is 0.8518 (85.18%) and the income risk is 1.2416 (124.16%). The amount of organic fertilizers, phonska fertilizers, fungicides, employments, age of farmers and farming experiences have significantly affected on the production risk, while the price of organic fertilizers, phonska fertilizers, and fungicides, wage of labors, age of farmers and farming experiences have significant influence on the income risk. Most of the Red onion farmers in Bantul regency (44 farmers or 73.33%) are risk averter although they do risky onion farming. Age farmers, education, income of red onion farming, and income of non-red onion farming significantly influence the behavior of farmers to risk.
Kata Kunci : Efisiensi Relatif, Risiko, Perilaku Terhadap Risiko