AUDIT PERESEPAN ANTIBIOTIK DI BANGSAL RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA PERIODE DESEMBER 2011 - FEBRUARI 2012
Endang Sulistiyowati Ningsih, Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc., Apt.
2013 | Tesis | S2 Mag.Farmasi KlinikPenyakit infeksi saat ini memiliki prevalensi cenderung meningkat meskipun terapi pengobatan dan pencegahan terhadap kejadian infeksi semakin berkembang. Audit penggunaan antibiotik baik secara kualitatif maupun kuantitatif adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan agar peresepan antibiotik rasional. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik empiris, audit kuantitatif dan kualitatif penggunaan antibiotik baik sebagai terapi empiris maupun defenitif serta mengetahui reliabilitas antar reviewer dalam melakukan penilaian rasionalitas antibiotik secara kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan rancangan cross-sectional dengan pengambilan data dilakukan secara prospektif terhadap pasien terdiagnosis infeksi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian dan menjalani rawat inap di bangsal penyakit dalam RSUP Dr. Sardjito selama periode bulan Desember 2011 sampai Februari 2012. Penilaian rasionalitas antibiotik secara kulaitatif berdasarkan atas alur Gyssens yang dilakukan oleh tiga orang reviewer terdiri dari 2 orang dokter spesialis penyakit dalam dan seorang farmasis. Penilaian rasionalitas antibiotik secara kuantitatif dilakukan dengan membandingkan nilai Prescribed Daily Dose (PDD) dengan Defined Daily Dose (DDD) yang dikeluarkan oleh WHO Collaborating Centre for Statistic Methodology tahun 2011. Reliabilitas antar reviewer dalam menilai rasionalitas antibiotik dilakukan analisis statistik Cohen kappa menggunakan program Medical Calculation (MedCalc) versi 12. Hasil penelitian menunjukkan dari total populasi 1.042 pasien, sebanyak 68 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Antibiotik empiris terbanyak yang digunakan adalah seftriakson 45 kasus (66,18%). Hasil audit kualitatif berdasarkan kesepakatan ketiga reviewer diperoleh terapi empiris 30 kasus rasional dan sebanyak 27 kasus tidak rasional. Sebaliknya diperoleh sebanyak 46 kasus rasional dan 19 kasus tidak rasional pada terapi definitif antibiotik. Audit kuantitatif rasionalitas antibiotik menunjukkan seftriakson dan metronidazol memiliki nilai PDD sama dengan DDD. Hasil analisis menunjukkan reliabilitas yang baik dengan nilai rata – rata koefisien kappa antara 0,61 - 0,81.
The prevalence of infectious diseases quite high despite treatment and preventive therapy on the incidence of infection is growing. Audit the use of antibiotics both qualitatively and quantitatively is one way that can be done so that antibiotic prescribing rationaly. The purpose of this reseach were to determine the pattern of empirical therapy, audit quantitative and qualitative use of antibiotics as both empirical and definitive therapy and determine inter-reviewer reliability in assessing the quality prescribing of antibiotic rationality. This research was a descriptive study using cross-sectional design with prospectively data collection on patients diagnosed infection who meet the inclusion criteria and hospitalized in internal medicine department Dr. Sardjito during the period December 2011 to February 2012. Assessment the quality of antibiotic based on Gyssens algorithm conducted by three reviewers consist of two internist and a pharmacist. Assessment the quantity of antibiotic is done by comparing the value of Prescribed Daily Dose (PDD) with Defined Daily Dose (DDD) that issued by WHO Collaborating Centre for Statistics Methodology in 2011. Inter-reviewer reliability in assessing the rationality of antibiotic performed statistical analysis using Cohen's kappa with Medical Calculation (MedCalc) 12nd version program. The results showed total population of 1.042 patients, 68 patients who met the inclusion criteria. Most empirical antibiotics used were ceftriaxone 45 cases (66,18%). Audit qualitatively by three reviewer agreement 30 cases rational and 27 cases irrational in empirical therapy. Otherwise 46 cases rational and 19 cases irrational in definitive therapy. Audit quantitatively of antibiotics prescribing showed ceftriaxone and metronidazole have an equal value to the DDD and PDD. Results of the analysis showed good reliability with kappa coefficients between 0,61 - 0,81.
Kata Kunci : Gyssens, Prescribed Daily Dose/PDD, Define Daily Dose/DDD