Laporkan Masalah

ANALISIS PERILAKU DISKRIMINASI APARATUR PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA RSUD BARUGA TIMUR BARU)

MASNI, Dr. Agus Pramusinto, MDA.

2013 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan Publik

Perilaku diskriminasi merupakan salah satu patologi yang marak dilakukan oleh aparatur pelayanan publik sebagaimana yang terjadi di RSUD Baruga Timur Baru. Perilaku diskriminasi aparatur pelayanan kesehatan telah menyebabkan terbatasnya akses kesehatan dan rendahnya kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat miskin. Meskipun jaminan kesehatan pemerintah (Jamkesmas/ Jamkesda) telah diberikan kepada kaum miskin, perilaku diskriminasi tetap berlangsung secara persisten dan semakin kompleks. Tesis ini menganalisis perilaku diskriminasi aparatur pelayanan Kesehatan di RSUD Baruga Timur Baru, yang berusaha mengungkap mengapa perilaku diskriminasi terjadi dalam pelayanan kesehatan, terutama terhadap masyarakat miskin pengguna jaminan kesehatan. Tema utama penelitian ini mengkaji perilaku diskriminasi dengan menggunakan pendekatan teori perilaku organisasi untuk menjelaskan tentang konstruksi perilaku diskriminasi dan faktor pendorong perilaku diskriminasi aparatur pelayanan publik. Tesis ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan memfokuskan kajian pada tiga determinan perilaku yaitu sikap, pengaruh/tekanan sosial dan kontrol perilaku untuk menunjukkan penyebab, pertimbangan, alasan maupun motivasi perilaku diskriminasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku diskriminasi yang berlangsung dalam pelayanan kesehatan di RSUD Baruga Timur Baru diadaptasikan dari ketentuan dan sistem pelayanan yang berlaku dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Ketentuan dan sistem pelayanan yang ada membentuk relasi asimetris, yang menjadi acuan normatif maupun individual aparatur untuk berperilaku diskriminatif. Konstruksi perilaku diskriminasi aparatur pelayanan terjadi secara bertahap, yakni mulai dari perilaku yang menunjukkan rendahnya responsivitas dan nilai etika dalam pelayanan hingga munculnya komersialisasi pelayanan yang mengarah pada kentalnya motif ekonomi dalam pelayanan kesehatan. Sedangkan pendorong perilaku diskriminasi adalah faktor individual dan organisasional yang lemah atau tidak optimal dalam sistem pelayanan kesehatan.

Discriminative behaviour is one of pathologies public service often did as occurring in Baruga Timur Baru Hospital. The discriminative behavior has caused limited health access and low service quality poor people feel. Although governmental health insurances (Jamkesmas/Jamkesda) have been provided to poor people, discriminative behaviour has persistently occurred and was increasingly complex. This thesis analyzed discriminative behaviour of health service personnel in Baruga Timur Baru Hospital, which discover what discriminating behavior occuring in health service, particularly again poor people using health insurance. Main theme of this research is to analyze discriminating behavior using organizational behavior theory to explain discriminating behavior construction and factors inducing discriminating behavior of public service personnel. This thesis used phenomenology approach by focusing on three behaviour determinants, namely, attitude, social influence and behaviour control to indicate causes, considerations, reasons and motivations of discriminating behavior. The result conclude that discriminating behavior occurring in health service in Baruga Timur Baru hospital is adapted from provision and service system occurring in health service environment. Existing provision and service system formed asymmetric relation that is normative reference for individual to behave discriminatively. Construction of discriminating behavior occurred gradually from behaviour indicating low responsiveness and ethic value in providing service to emerging health commercialization revealing strong economic motive in health service. Factors inducing discriminating behavior are weak individual and organizational elements in health service system.

Kata Kunci : Perilaku Diskriminasi, Konstruksi dan Perubahan Perilaku, Faktor Organisasional dan Individual


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.