KAPASITAS ADAPTIF PEDAGANG PASAR SENI (Studi Kasus Perbandingan antara Pasar Seni Gabusan dan Pasar Seni Sukawati)
IFATY FADLILIANA SARI, Prof. Dr. Sunyoto Usman
2013 | Tesis | S2 SosiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adaptif para pedagang dalam mempertahankan keberlangsungan pasar seni. Usaha-usaha para pedagang ini tidak dapat dilepaskan dari peran para stakeholders. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengidentifikasi peran stakeholders tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Seni Sukawati (Gianyar) dan Pasar Seni Gabusan (Bantul). Metode yang digunakan adalah kualitatif diskriptif dengan mengkomparasikan kapasitas adaptif para pedagang pasar seni. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 7 informan dari Pasar Seni Gabusan serta 7 informan dari Pasar Seni Sukawati yang terdiri dari pengelola, pedagang, pemasok, pengunjung dan dinas sosial. Selain itu, data juga didapat dari hasil observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, adaptasi pedagang Sukawati cenderung positif (bertahan), sedangkan pedagang Gabusan ada yang bertahan, ada pula yang pergi (adaptasi negatif). Kapasitas adaptif pedagang dipengaruhi oleh arus informasi, peran lembaga yang mendukung, serta sumber daya yang melimpah dan beragam. Kedua, stakeholders terdiri dari pemerintah daerah (pengelola), swasta dan masyarakat. Relasi sosial antara stakeholders dan pedagang juga menjadi sorotan, di mana Sukawati lebih cendrung pendekatan informal, sedangkan banyak aturan formal yang dilembagakan terjadi di Gabusan. Ketiga, peran pengelola yang bekerja sama dengan beberapa dinas cenderung tinggi karena sama-sama milik pemerintah daerah. Namun pengelola Gabusan mempunyai tugas yang lebih kompleks daripada pengelola Sukawati. Peran swasta sebagai pemasok dan instansi meliputi bidang produksi, reprofuksi pemasaran dan transaksional. Masyarakat desa adat juga berperan dalam aktivitas perdagangan, sehingga mereka turut menjaga dan mempromosikan pasar seni, seperti yang terjadi di Sukawati. Hasil temuan dalam penelitian ini menekankan tentang pentingnya integritas dan resiprositas antara pedagang dengan stakeholders-nya, terutama pedagang dan pemerintah. Pedagang dan pemerintah harus saling percaya, sehingga tercipta suatu integritas untuk mencapai tujuan bersama. Resiprositas juga diperlukan agar hubungan yang saling menguntungkan ini dapat terus berkesinambungan. Social involvement masyarakat sekitar juga berpengaruh terhadap keberadaan pasar seni. Besarnya keterlibatan masyarakat akan menimbulkan keinginan untuk turut menjaga eksistensi pasar seni karena masyarakat juga memperoleh keuntungan dari keberadaannya.
The aim of this research is to identify adaptive capacity of sellers to keep the continuity of Pasar Seni. The struggle of the sellers cannot be separated by the stakeholders. So that, this research also shows the stakeholder contribution. The research was conducted at Pasar Seni Sukawati (Gianyar) and Pasar Seni Gabusan (Bantul), the method used in this research is descriptive qualitative by comparing adaptive capacity the Pasar Seni’s sellers. The data collection by interviewing seven sellers from Gabusan and seven sellers of Sukawati. It consist of administrator, sellers, distributor, visitor and social administrator. Besides, data is collected by direct observation and documentation. The result of the study can be shown as follows: First, the adaptation of Sukawati’s sellers is fairly positive (stay) rather than Gabusan’s sellers who decide to stay or go (negative). Adaptive capacity of the sellers influenced by information, institution contribution and so many kind of resources . Second Stakeholder, consisting local government (Administrator), private and societ. The social relationship concern between stakeholders and sellers. It is caused by Sukawati applies informal approach and Gabusan applies formal approach. Third, The cooperation between administrator and the official is very high, it is caused by Pasar Seni belongs to local government. But the Gabusan administrator has a complex duty rather than Sukowati. The private contribution as a distributor and the institution consist of production marketing reproduction and transactional. The villagers also play important role in trading activities, it can make them keep and promote Pasar Seni like in Sukawati. The result of this research is focus on the importance of integrity and reciprocity betwen the sellers and their stakeholders, especially sellers and government. They must believe each other, so it can create the integrity to reach the goal.Reciprocity is needed to get benefitcontinuously. Social involvement around there is influenced in developing Pasar seni. High contribution from society will create their wish to keep continuos Pasar Seni because the society also get the benefit of it.
Kata Kunci : kapasitas adaptif, pedagang, pasar seni