STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA MULTITEMPORAL DI ZONA KEPESISIRAN DEMAK
ENI YUNIASTUTI, Dr. Nurul Khakim., M.Si.
2013 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini dilaksanakan di zona kepesisiran Demak, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah (1) memetakan kondisi eksisting dan perubahan kawasan mangrove menggunakan citra multitemporal di zona kepesisiran Demak, (2) mendeskripsikan persyaratan tumbuh dan berkembangnya ekosistem mangrove di zona kepesisiran Demak yang dijadikan prioritas dalam penanganannya, (3) menentukan daerah yang perlu menjadi prioritas utama dalam rehabilitasi ekosistem mangrove di zona kepesisiran Demak, dan (4) menentukan strategi pengelolaan ekosistem mangrove di zona kepesisiran Demak. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengumpulan data dengan sampling dan metode analisisnya secara kualitatif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan dari zona kepesisiran Demak yang berupa karakterisik fisik lahan dan karakteristik masyarakat. Teknik pengambilan sampel karakteristik fisik lahan dengan metode purposive sampling dan pengambilan sampel karakteristik masyarakat dengan metode simple random sampling untuk menentukan responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini ada beberapa macam, yaitu: interpretasi citra satelit multitemporal, interpretasi peta, analisis data sekunder, observasi lapangan dan wawancara. Variabel yang digunakan pada penelitian ini meliputi faktor fisik, faktor karakteristik masyarakat dan faktor vegetasi. Teknik analisis data menggunakan analisis Sistem Informasi Geografi yang meliputi analisis buffer, analisis skoring dan analisis overlay. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ekosistem mangrove tahun 1994 seluas 1.979,58 ha, tahun 2002 seluas 1.077,28 ha dan tahun 2010 (kondisi eksisting) seluas 1.159,23 ha di zona kepesisiran Demak. Persyaratan tumbuh dan berkembangnya ekosistem mangrove di zona kepesisiran Demak meliputi: (1) bentuklahan asal proses marine, (2) curah hujan berkisar 1.000 – 3.000 mm/tahun, (3) rata-rata nilai salinitas berkisar ≤ 33‰, (4) suhu perairan berkisar 25â°C – 33,3â°C, (5) substrat tanah yang mendominasi debu (silt) dan lempung (clay), (6) tekstur tanah yang mendominasi lempung berdebu, (7) julat pasang surutnya sebesar < 2 m termasuk mikropasut, (8) tinggi genangan < 2 m dan (9) penggunaan lahan yang sesuai untuk tumbuh dan berkembangnya ekosistem mangrove adalah tambak ikan dan tambak garam. Daerah prioritas program rehabilitasi mangrove di zona kepesisiran Demak terdiri dari: (1) prioritas pertama terdapat di Kecamatan Wedung, di sempadan pantai yang belum ditanami mangrove dan di daerah lahan potensial ekosistem mangrove yang termasuk kelas sangat potensial; (2) prioritas kedua terdapat di Kecamatan Bonang dan Sayung, di daerah dengan jarak 100 – 200 m dan > 200 m dari garis pantai yang belum ditumbuhi mangrove dan di daerah lahan potensial ekosistem mangrove yang termasuk kelas kurang potensial; (3) prioritas ketiga terdapat di Kecamatan Karangtengah, di daerah dengan jarak > 200 m dari garis pantai yang belum ditumbuhi mangrove dan daerah dalam zona 0 – 100 m dari garis pantai yang sudah ditanami mangrove, serta di daerah lahan potensial ekosistem mangrove yang termasuk kelas tidak potensial. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove di zona kepesisiran Demak meliputi: (1) menentukan prioritas penanaman mangrove yang disesuaikan dengan persyaratan tumbuh mangrove dan tipologi zona kepesisiran Demak, (2) menanam mangrove di sepanjang zona greenbelt untuk mengurangi terjadinya erosi pantai dan melindungi pesisir dari ancaman kerusakan ekosistem pesisir lainnya, dan (3) memanfaatkan dan mengelola ekosistem mangrove berbasis masyarakat untuk meningkatkan dan melestarikan nilai penting ekologis, ekonomi dan sosial budaya sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendukung pembangunan di zona kepesisiran.
The research was carried out in the coastal zone of Demak, Central Java Province. The research objectives were (1) to map existing condition of mangrove area and its changes in the coastal zone of Demak, (2) to describe the requirements of growth and development of mangrove ecosystems in the coastal zone of Demak which should be prioritized in treatment, (3) to determine the areas that should be a top priority in rehabilitation of mangrove ecosystems in the coastal zone of Demak, and (4) to determine the management strategy of mangrove ecosystem in the coastal zone of Demak. This research used a survey method. The data collection used sampling and the analysis data used qualitative analysis. The population is the overall of Demak coastal zone that consist of the land physical characteristics and the community characteristic. The sampling techniques of the land physical characteristics used purposive sampling method. While the sampling techniques of the community characteristics used simple random sampling method to determine the respondent. There are several kinds of data collection techniques that used in this research, namely: interpretation of multitemporal satellite imagery, map interpretation, analysis of secondary data, field observations and interviews. The variables of this research include physical factors, factors of community characteristics and vegetation factors. The techniques of data analysis applied Geographic Information System analysis which includes buffer analysis, scoring analysis and overlay analysis. The results show that the mangrove ecosystems in Demak coastal zone are 1,979.58 ha in 1994, 1,077.28 ha in 2002 and 1,159.23 ha in 2010. The requirements of mangrove growth and development of mangrove ecosystems in Demak coastal zone consist of: (1) marine landform, (2) rainfall 1000 – 3000 mm/year, (3) average salinity <0.01 – 33‰, (4) water temperature 25â°C – 33.3â°C, (5) the soil substrates of silt and clay, (6) the soil texture of silty clay, (7) tidal range <2 m, (8) inundation height <2 m, and (9) land use of fish ponds and salt ponds. The priority areas of mangrove rehabilitation program in Demak coastal zone consists of: (1) the first priority occupy in Wedung Subdistrict, in greenbelt area that has not planted mangroves and in the very potential land for mangrove ecosystem; (2) the second priority occupy in Subdistricts of Bonang and Sayung, in areas of 100-200 m and > 200 m from the shoreline that has not been covered in mangroves and less potential land for mangrove ecosystem; (3) the third priority occupy in Karangtengah Subdistrict, in areas of > 200 m from the shoreline that has not been overgrown with mangrove, in areas of 0 – 100 m from the shoreline that areas that have been planted mangroves, and in the not potential land for mangrove ecosystem. The strategic of management planning of mangrove ecosystem in Demak coastal zone include: (1) determining the priority of mangrove planting that are suitable to the requirements of mangrove growth and the typology of Demak coastal zone, (2) planting mangroves along the greenbelt zone to reduce coastal erosion and to protect the coast from the damage threat of other coastal ecosystems, and (3) using and managing mangrove ecosystem based on community to improve and preserve the important value of ecological, economic and socio-cultural that increase the community economy and support the development in coastal zone.
Kata Kunci : ekosistem mangrove, zona kepesisiran, citra satelit multitemporal, Demak