Laporkan Masalah

PERMINTAAN DAGING SAPI DI PROVINSI DKI JAKARTA

DWI PUTRI PRAWITASARI, Dr. Jamhari, SP., MP.

2013 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging sapi di Provinsi DKI Jakarta, mengetahui respon (elastisitas) harga daging sapi, pendapatan, harga silang, dan memprediksi kebutuhan daging sapi di Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian adalah deskriptif analitis menggunakan data sekunder (time series) bulanan selama enam tahun (2007-2012) meliputi jumlah penduduk, pendapatan, harga daging sapi, daging ayam ras, ikan tongkol, telur ayam ras, dan minyak goreng. Estimasi fungsi permintaan menggunakan analisis regresi linear berganda dalam logaritma (double log). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara bersama-sama variable independen memberikan pengaruh signifikan pada taraf nyata satu persen(P < 0,01)terhadap variabel dependen dengan nilai R2sebesar 0,885. Secara parsial jumlah penduduk, pendapatan, harga ikan tongkol, harga telur ayam ras, dan harga minyak goring, masing-masing berpengaruh terhadap permintaan daging sapi. Elastisitas harga daging sapi sendiri bersifat inelastis (-0,078), yang menunjukkan bahwa konsumen daging sapi adalah golongan menengah ke atas, tidak terpengaruh oleh perubahan harga. Elastisitas pendapatan terhadap permintaan daging sapi masyarakat DKI Jakarta bernilai positif dan kurang dari satu (0,183), menunjukkan bahwa daging sapi merupakan barang kebutuhan pokok. Daging ayam ras dan telur ayam ras merupakan barang substitusi bagi daging sapi, sedangkan ikan tongkol dan minyak goring termasuk barang komplementer. Prediksi konsumsi daging sapi cenderung mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya waktu.

The objective of research were to determine the factors that affected to demand of beef in DKI Jakarta, to obtain the response (elasticity) of price of beef, income, cross-price elasticity, and to predict the demand of beef in DKI Jakarta. The method used in this research wasa descriptive analysis using time series data for six years (2007-2012) covering population, income, price of beef, chicken meat, tongkol, chicken eggs, and cooking oil. The demand was estimated by a demand function approach using multiple linear regressions in logarithm (double log). Regression analysis result showed that independent variable collectively affected significantly (P < 0,01) on dependent variable with R2 value 0,885. Partially, the amount of population, income, price of tongkol, chicken eggs, and cooking oil, influence beef’s demand. Beef price elasticity was inelastic (-0,078) which shows that beef consumers do not influenced by the its price. Income elasticity of DKI Jakarta on beef demand has positive value and less than one (0,183), shows that beef is one of the primary needs. Chicken meat and eggs are substitute goods for beef, whereas tongkol and cooking oil are complementary goods. The consumption of beef for the next years later tend to increase, with time.

Kata Kunci : Daging sapi, elastisitas, permintaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.