PENGARUH PENGALAMAN, KEAHLIAN, ETIKA, DAN SKEPTISISME PROFESIONAL TERHADAP KEMAMPUAN AUDITOR INTERNAL DALAM MENDETEKSI FRAUD (Studi Pada Inspektorat Provinsi NTT, Kota Kupang, dan Kabupaten Kupang)
Sarinah Joyce Margaret Rafael, Drs. Sugiarto, M.Acc., M.B.A., CMA.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi TerapanDewasa ini peran internal auditor tidak kalah pentingnya dibandingkan internal auditor dalam mencegah dan mendeteksi fraud. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh dari pengalaman, keahlian, etika, dan skeptisisme profesional terhadap kemampuan auditor internal dalam mendeteksi fraud. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner di Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Inspektorat Kota Kupang, dan Inspektorat Kabupaten Kupang dengan jumlah responden sebanyak 72 orang yang terdiri dari auditor dan pengawas pemerintah (P2UPD). Data dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman dan skeptisisme profesional berpengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor internal dalam mendeteksi fraud. Etika dan keahlian terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor internal dalam mendeteksi fraud.
Nowadays, the role of internal auditor is as significant as the role of external auditor in preventing and detecting fraud. Therefore, this study was aimed to examine whether experience, proficiency, ethic, and professional skepticism have the effect on internal auditor’s ability in detecting fraud. The study was conducted through questionnaires in the Inspektorat of Nusa Tenggara Timur (NTT), Inspektorat of Kota Kupang, and Inspektorat of Kabupaten Kupang with 72 respondents consisted of auditors and pengawas pemerintah (P2UPD). Afterwards, the collected data were analyzed by using Partial Least Square (PLS). The results showed that the experience and professional skepticism have significant effect on the ability of internal auditors in detecting fraud. On the other hand, proficiency and ethics do not significantly affect the ability of internal auditors in detecting fraud.
Kata Kunci : auditor internal, pengalaman, keahlian, etika, skeptisisme professional, kemampuan mendeteksi fraud, dan PLS.