Laporkan Masalah

Arahan Setting Bangunan Di Kawasan Gejayan Akibat Perubahan Fungsi Rumah Tinggal Ke Komersial Kasus ; Jalan Gejayan (Pertigaan Jalan Solo – Pertigaan Jalan Kolombo)

Risnawati, ST, Prof.Ir.Bambang Hari W,MUP.,MSc.,Ph.D,

2013 | Tesis | S2 Desain Kawasan Binaan

Perubahan fungsi bangunan dari rumah tinggal ke komersial mempengaruhi perubahan fisik lingkungan. Perubahan fisik dari rumah tinggal terlihat tidak terencana sehingga kawasan tidak mempunyai karakter sebagai kawasan komersial. Permasalahan yang dilihat dari setting bangunan yaitu pelanggaran setback yang mempengaruhi penempatan parkir dan kenyamanan jalur pejalan kaki. Setting bangunan dari tahun 2004 hingga 2012 mengalami perubahan yang dilihat dari setback bangunan , ketinggian bangunan, style bangunan, KDB, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka, skala ruang jalan dan skyline bangunan. Walaupun demikian kawasan penggal Jalan Gejayan harus mempunyai arahan setting bangunan yang mencitrakan sebagai kawasan komersial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fisik yang terjadi akibat perubahan fungsi bangunan rumah tinggal ke komersial dan pengaruh perubahannya. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah metode rasioanalistik dengan pendekatan kualitatif. Untuk mendukung kelengkapan dalam memperoleh data digunakan observasi lapangan dari data tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis yang didasari pada teori setting (elemen fix) dan elemen fisik urbandesain (Shirvani : 1985). Data yang digunakan yaiitu data pada tahun 2004 dan 2012 dimana untuk melihat perubahan fisik setting bangunan dan pengaruhnya terhadap jalan. Variabel penelitian yang digunakan adalah elemen fixed, Tata Guna Lahan (Landuse), Bentuk dan Massa Bangunan (ketinggian, setfront, KDB, Style bangunan, Skala Ruang Jalan dan Skyline), Sirkulasi dan parkir, Ruang Terbuka (open space) dan Jalur Pejalan kaki. Kesimpulan yang akan diperoleh akan dijadikan acuan sebagai arahan desain (guideline). Berdasarkan data perubahan fungsi bangunan dari rumah tinggal ke komersial mempengaruhi perubahan fisik bangunan yang dilihat dari setting bangunannya. Perubahan fisik tersebut adalah massa bangunan, ketinggian bangunan, KDB (Koefisien Dasar Bangunan), style bangunan, ruang terbuka (open space) dan skala ruang jalan. Perubahan bangunan baru mempunyai pengaruh positif dan negatif terhadap jalan yang mempengaruhi sirkulasi dan parkir, pemanfaatan ruang terbuka dan kenyamanan jalur pejalan kaki. Rekomendasi yang diusulkan arahan setting bangunan yang pertama adalah berdasarkan perubahan fungsi seandainya mempunyai tipologi yang sama terulang kembali. Arahan ke-dua adalah arahan setting bangunan bagi kawasan komersial khususnya penggal Jalan Gejayan yang direkomendasikan adalah massa bangunan, bangunan terhadap jalan, penanda (signage), menyelesaikan masalah pasar Demangan dan pemanfaatan ruang terbuka bagi pejalan kaki.

The functional change of building, from that of residential to commercial, affects the physical environment. Such a functional change is apparently unplanned; therefore it lacks the characteristics of commercial area. The problem that comes across the setting of the buildings is the setback violation that affects the parking placement and the convenience of sidewalks. The setting of the buildings, from 2004 to 2012, has undergone a change as seen from the building setback, height, style, Building Coverage, circulation and parking, open space, road scale-space, and building skyline. Since commercial buildings tend to be reconstructed closer to the front, the term setback is replaced with setfront. Since commercial buildings tend to be reconstructed closer to the front, the term setback is replaced with setfront. However, the area of Gejayan street cut should have the guidelines for construction setting that characterizes it as a commercial area. The current study aims to determine the physical change due to the functional change from residential to commercial building and the influence it has. The study employed a qualitative-rasionalistic method. Field observation was conducted to obtain supporting data that subsequently used to conduct an analysis based on setting theory and physical elements of urban design (Shirvani: 1985). The data employed are those from 2004 to 2012 to gain an insight into the changes in building setting and how it affects the road. The variables used in this study are fixed elements, landuse, building mass and shape (height, setfront, Building coverage, building style, road scale-space, and skyline), circulation and parking, open space, and sidewalks. The conclusion will be used as a reference for design guidelines. Based on the data, change in building function from residential to commercial affects the physical changes as seen from the structural setting. The physical changes include building mass, height, Building coverage, building style, open space, and road scale-space. Structural changes of buildings have both positive and negative impact on pedestrians that in turn affect circulation and parking, use of open space and convenience of sidewalks. The recommendation proposed by the first guidelines for building setting is based on the functional change, in case the similar typology has been repeated. Second recommendation is the guidelines for the building setting of commerci al area, especially Gejayan street cut, are intended for the building mass, buildings facing the road, signage, minimizing the crowded traditional market of Demangan, and use of open space for pedestrians.

Kata Kunci : setting bangunan, perubahan fungsi dan pengaruh


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.