Laporkan Masalah

KEBIJAKAN PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN (STUDI KASUS: PEMERINTAH KOTA SURABAYA)

MONICA SINDY HERYUKA, Prof. Ir. A. Djunaedi, MUP, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Pembangunan, urbanisasi dan pencemaran lingkungan hidup adalah tiga fenomena yang menjadi permasalahan umum bagi kota-kota. Kebijakan pembangunan fisik kota mengubah bentang alam perkotaan menjadi penuh dengan bangunan gedung, jalan, jembatan dan berbagai perkerasan lainnya. Dalam manajemen sebuah kota perlu adanya kebijakan yang memiliki perhatian pada kelestarian lingkungan. Ruang terbuka hijau merupakan bagian dari elemen perkotaan yang memiliki fungsi fungsi ekologis, estetika, sosial budaya dan ekonomi. Meskipun perannya cukup penting, tidak jarang ruang terbuka hijau menjadi sasaran pemenuhan kebutuhan lahan untuk pembangunan. Oleh sebab itu diperlukan adanya kebijakan pengelolaan ruang terbuka hijau yang dapat menjamin eksistensinya. Belum banyak kota-kota yang dapat mempertahankan eksistensi ruang terbuka hijau. Kota Surabaya yang identik dengan kegiatan industri, perdagangan dan jasa berhasil meraih berbagai penghargaan terkait pelestarian lingkungan hidup. Prestasi tersebut dapat diraih salah satunya karena eksistensi ruang terbuka hijau di Kota Surabaya yang kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pengelolaan ruang terbuka hijau perkotaan yang meliputi ketersediaan dokumen, proses, peran pihak yang terkait manajemen ruang terbuka hijau di Kota Surabaya dan mengindentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus karena melalui pengalaman Kota Surabaya dapat memperkaya konsep pengelolaan ruang terbuka hijau. Deskripsi kebijakan pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Surabaya dapat mengindikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan pengelolaannya tersebut. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi kota-kota lain dalam hal kebijakan pengelolaan ruang terbuka hijau.

Development, urbanization, and environment pollution are three phenomena that become common problems for big cities. Cities phsycal development changes cities landscape becomes full of buildings, roads, bridges, and other pavements. It is necesary to pay sufficient attention to environment preservation in cities policy management. Green open space is a part of cities element which functions as: ecology, esthetics, social, culture, and economic. Even tough it has crucial role, it is possible that the green open space becomes targets of fulfilling the need of space in development. Therefore green open space policy management, which guarantees its existence, is badly needed. There are not many cities, which can sustain the existence of green open space. Surabaya, which is identic with its industrial affairs, trading, and service, is successful in attaining various kinds of reward in relation with living environment preservation. One of the factors Surabaya can attain this achievement is its green open space existence that its quality and quantity fit its needs. This research is intended to find out description of green open space policy management include the policy document, the process of implementation, and the role of the actors of the green open space management in Surabaya and identify what factors influence them. The method used in this research is case study because learning from Surabaya experiences can enrich the concepts of green open space management. The description of green open space policy manajemen in Surabaya indicate the factors influence them. Those can be the source of learning to other cities in green open space management.

Kata Kunci : kebijakan, pengelolaan, ruang terbuka hijau, kota, Surabaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.